Jumat, 10 Agustus 2018

Apa Itu Persuasif? Tujuan, Contoh Dan Perbedaannya Dengan Pengendalian Sosial Lainnya

Apa Itu Persuasif

Pada kesempatan pagi yang cerah ini, kami akan membahas tentang apa itu persuasif, tujuan, contoh dan perbedaannya dengan pengendalian sosial lainnya. Selain itu dalam artikel kali ini juga akan membahas tentang represif, preventif, kuratif dan koersif. Beberapa hal tersebut termasuk dalam tindakan sosial/Pengendalian sosial untuk mencegah atau menangani pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat.

Apa Itu Persuasif?

Definisi persuasif menurut KBBI adalah

1.  Bersifat membujuk secara halus (supaya menjadi yakin)
Menurut kamus KBBI persuasif adalah tindakan yang bersifat membujuk secara halus kepada orang lain, agar orang yang dibujuk tersebut bisa yakin terhadap ajakan untuk melakukan aturan yang ada.

Tindakan Persuasif adalah Pengendalian sosial yang dilakukan tanpa kekerasan yang bersifat membujuk, mengarahkan, mengajak, menasehati atau membimbing anggota masyarakat agar taat, patuh dan bertindak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat yang telah ditetapkan. Atau dalam arti lainnya adalah menggunakan pendekatan atau sosialisasi untuk mematuhi hukum atau aturan yang berlaku.

Tindakan persuasif bisa dipakai untuk mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam masyarakat, hendaknya para penegak hukum untuk melakukan tindakan persuasif dalam pendekatan terhadap masyarakat untuk mengenalkan dan menegakkan hukum.

Artikel Terkait : Apa Itu Toleransi

Bukan tindakan yang justru membuat orang lain yang belum mengenal hukum menjadi suatu yang menakutkan bahkan menjadi ancaman bagi mereka. Apalagi malah menyalahgunakan wewenang yang mereka emban.

Jadi bisa disimpulkan bahwa persuasif adalah tindakan pengendalian sosial yang dilakukan tanpa adanya kekerasan dengan cara membujuk, mengarahkan, mengajak, menasehati atau membimbing masyarakat agar taat patuh dan bertindak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat yang telah ditetapkan. 

Cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan pendekatan yang baik dan mendidik, serta mensosialisasikan aturan yang berlaku dengan tujuan agar masyarakat taat norma dan hukum yang berlaku.

Tujuan Persuasif

Dari Penjelasan diatas bisa kita ambil pelajaran bahwa persuasif bertujuan untuk mengajak orang lain agar bisa taat dan mematuhi hukum secara baik, berlahan dan tanpa adanya kekerasan. 

1. Dalam pengendalian sosial persuasif bertujuan untuk membujuk orang lain agar patuh dengan norma, aturan dan hukum yang berlaku. 
2. Sedangkan dalam komunikasi tujuan dari persuasif ada 3, diantaranya adalah untuk membentuk tanggapan, memperkuat tanggapan dan mengubah tanggapan. 
a. Membentuk tanggapan bagi orang yang awam agar mengetahui topik yang sedang dibahas
b. Selanjutnya adalah memperkuat tanggapan agar mereka semakin yakin dengan apa yang disampaikan oleh komunikator
c. Kemudian komunikator berusaha memperkuat tanggapan untuk mengubah tanggapan yang awalnya masih ragu, diharapakan semakin yakin dan setuju apa yang disampaikan komunikator. (Seputarpengetahuan.co.id

Contoh Persuasif :

Misalkan, setiap tiga bulan sekali di sekolah-sekolah SMA khususnya, sering diadakan penyuluhan tentang bahaya dari narkoba serta penyebab-penyabab mematikan ketika memakai narkoba. Dalam contoh ini, penyuluhan adalah metode yang tepat untuk membujuk atau mengarahkan pada siswa sehingga siswa dapat menghindari dan menjauhkan diri dari bahaya narkoba

Contoh lainnya adalah Polda Metro Jaya melakukan kegiatan Operasi Simpatik Jaya. Jika ada pelanggaran, pengendara tidak ditilang, melainkan ditegur terlebih dahulu. Beberapa ribu pasukan diturunkan untuk memberikan teguran bagi para masyarakat untuk mensosialisasikan taat lalin.

Baca Juga : Apa Itu Intermezzo

Setelah melakukan Operasi Simpatik Jaya tersebut diharapkan masyarakat untuk taat lalu lintas. Selanjutnya bagi siapa yang melanggar maka akan ditilang sesuai prosedur yang ada. Contoh dari persuasif ini adalah hanya ilustrasi saja.

Perbedaan Persuasif dengan Pengendalian Sosial Lainnya

Setelah kita membahas apa itu persuasif, tujuan dan contohnya, selanjutnya kita akan membahas apa itu perbedaan persuasif dengan pengendalian sosial lainnya. Adapun perbedaanya adalah : 

1. Perbedaan Persuasi dan Represif

Jika persuasif adalah mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan atau mematuhi norma, aturan dan hukum yang berlaku maka Represif adalah tindakan yang dilakukan oleh aparat hukum ketika para pelanggar sedang melakukan aksi tersebut. 

Tindakan tersebut dilakukan aparat hukum agar para pelaku pelanggaran tidak kembali melakukan kesalahan yang sama. Tindakan tersebut berupa sanksi yang pantas sesuai dengan kesalahan para pelanggar.  

2. Perbedaan Persuasif dan Preventif

Persuasif adalah mengajak orang lain untuk taat terhadap hukum yang berlaku, sedangkan preventif adalah tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pihak yang berwenang, agar pelanggaran tidak terjadi. 

Kedua tindakan sosial ini bisa digabungkan dengan cara mengajak masyarakat untuk taat hukum dan juga memberikan penyuluhan untuk mencegah masyarakat agar tidak terjadinya pelanggaran.  

3. Perbedaan Persuasif dan Kuratif

Jika persuasif adalah tindakan untuk mengajak orang untuk taat aturan atau hukum yang berlaku dengan cara-cara yang halus, sedangkan kuratif adalah tindakan pihak berwenang untuk memperbaiki (menyembuhkan) sesuatu yang telah terjadi/rusak. Tindakan tersebut dilakukan dengan harapan dikemudian hari tidak mengulangi kesalahan tersebut. 

4. Perbedaan Persuasif dan Koersif

Persuasif adalah tindakan untuk membujuk orang lain agar taat norma, aturan dan hukum yang berlaku. Sedangkan koersif adalah tindakan yang condong dilakukan dengan paksaan atau kekerasan, baik itu secara fisik atau psikis. 

Hal tersebut dilakukan agar para pelanggar jera dan tidak melakukan pelanggaran lagi dengan cara diberikan hukuman setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku dan sesuai dengan kadar kejahatan mereka. 

Demikianlah pembahasan tentang apa itu persuasif, tujuan, contoh dan perbedaannya dengan pengendalian sosial lainnya. Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu temen-temen untuk memahami pengertian persuasif. Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat.


Halaman Selanjutnya Apa Itu Represif

Halaman   <   1   2   3   4   5   >

Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!