Laman

Selasa, 16 April 2019

Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya dan Orang Miskin

Pola Pikir Orang Kaya



Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang apa perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskinSetiap kita berkeinginan menjadi orang kaya, tetapi tidak semua orang bisa mewujudkannya. Ada sebagian kecil yang mampu untuk terus berjuang dan menggapai apa yang menjadi tujuannya. Ada dari kita yang mudah menyerah dan tidak mendapatkan apa yang menjadi cita-cita. 

Orang kaya mempunyai pola pikir yang berbeda dengan orang miskin, dari segi apapun termasuk dalam tindakan. Mereka berpikir berbeda tentang uang, tentang kemakmuran, tentang diri mereka sendiri, orang lain dan semua aspek kehidupan.

Orang-orang kaya berpikir dengan cara-cara tertentu, tidak sama dengan cara berpikir manusia pada umumnya. Cara berpikir tersebut menentukan tindakan mereka dan juga hasil yang akan mereka capai.

Pola pikir seseorang akan menjadi penentu dan memegang pengaruh besar dan peranan penting bagi seseorang dalam mengambil keputusan dan juga tindakan yang akan dilakukan dalam kehidupannya. Tentu saja hal tersebut berpengaruh besar dalam kehidupan manusia secara keseluruhan.

Baca Juga : Bangkit Dari Kegagalan

Pada sebagian orang, tingkat kecerdasan inilah yang mempengaruhi kehidupannnya sehingga mereka bisa maju dan bisa bertahan serta memiliki kesejahteraan yang lebih baik dari yang lainnya hal inilah yang membuat mereka semakin kaya. Sedangkan sebagain besar lainnya memiliki pola yang keliru dan tidak begitu cerdas, mereka terpuruk dan tersesat sehingga mereka salah jalan di dalam lingkaran itu sendiri.

Banyak orang berpikir bahwa hidup sederhana (sehat dan cukup makan saja) adalah gambaran hidup yang pas (ideal) dan menerima hal tersebut tidak perlu untuk dirubah lagi. Tentunya hal tersebut adalah pemikiran yang keliru. Karena jika kita berpikir demikian maka kehidupan kita tidak akan berubah menjadi lebih baik lagi, dan tidak maju hanya berjalan ditempat dalam keadaan hidup apa adanya.

Pola Pikir Orang Kaya dan Orang Miskin

Menurut pengusaha-pengusaha sukses ada beberapa factor yang mempengaruhi seseorang untuk menjadi sukses, adapun pola pikir tersebut adalah :

1. Orang Kaya Membuat Nilai Tambah, sedangkan orang miskin tidak

Nilai tambah yang dimaksud adalah kelebihan ataupun skill yang kita miliki, tentunya diperlukan dan juga bermanfaat bagi konsumen untuk menunjang skil bisnis kita yang tidak dimiliki oleh pesaing kita. Nilai tambah Yang paling penting dalam hidup ini adalah track record atau catatan prestasi kita.

2. Orang kaya mempunyai faktor kali, orang miskin tidak mempunyai faktor kali

Orang kaya dan miskin mempunyai kesempatan dan waktu yang sama, setiap kita mempunyai waktu 24 jam setiap harinya. Dalam 1 hari biasanya kita memakai waktu 8 jam untuk bekerja atau berwirausaha. Orang kaya akan mengembangkan usahanya 10 kali lipat, berarti dia mempunyai waktu 80 jam sehingga penghasilannya pun 10 kali lipat dari orang-orang pada umumnya.

Sedangkan orang miskin hanya mengandalkan tenaganya saja, dia beranggapan penghasilannya sudah cukup. Jika ia ingin menambah penghasilan maka ia akan menambah jamnya saja, sehingga ia akan menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mendapatkan penghasilan lebih.

3. Orang kaya bermain dengan uang untuk menang, orang miskin bermain dengan uang untuk tidak kalah

Didalam berbisnis tentunya selalu ada resiko untuk gagal. Orang kaya berani mengambil resiko untuk mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar asalkan ada kemungkinan mendapatkan uang yang lebih besar lagi. Berbeda halnya dengan pola pikir miskin, mereka selalu menghemat uang dan takut untuk mangambil resiko agar mendapatkan uang besar, sehingga mereka bermain aman saja dan tidak mendapatkan apa-apa.

Perlu diingat bahwa jika kita bermain untuk tidak kalah, maka akan selalu ada peuang untuk kalah dan tidak ada peluang untuk menang. Namun sebaliknya jika kita berani bermain untuk menang, memang ada peluang untuk kalah tetapi ada juga peluang kita untuk menang.

4. Orang kaya berpikir besar, orang miskin berpikir kecil

Ketika orang miskin mempunyai impian yang besar, kemudian mereka sulit untuk mewujudkannya karena kondisi mereka yang tidak memungkinkan. Maka mereka akan menurunkan impiannya. Misalkan jika mereka bermimpi ingin membeli mobil, ketika mereka sulit mewujudkannya karena kondisi mereka maka mereka akan membeli motor.

Baca Juga : Berani dalam Bertindak

Berbeda dengan orang kaya, ketika mereka mempunyai mimpi besar mereka akan berusaha mewujdukannya. Mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan pendapatannya sehingga apa yang mereka inginkan tercapai.

5. Orang kaya fokus pada kesempatan, orang miskin fokus pada hambatan

Orang kaya selalu melihat kesempatan dalam segala hal, dia akan melihat keindahan-keindahan dalam kesempatan tersebut. Sehingga ia akan terus berusaha dan tidak menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Namun sebaliknya orang miskin selalu melihat hambatan dalam segala hal, dia tidak melihat sedikitpun keindahan dalam hambatan tersebut sehingga dia mudah putus asa dan menyerah.

6. Orang kaya mengagumi orang kaya dan sukses lainnya, orang miskin iri pada orang kaya dan sukses

Orang kaya biasanya mereka mengagumi orang-orang sukses dan jika memungkinkan mereka akan belajar dan bergaul dengan mereka. Sehingga mereka bisa tertular dari kesuksesan tersebut, akan ada banyak kesempatan untuk mendapatkan kesuksesan-kesuksean dari orang lain.

Sebaliknya orang-orang miskin mereka justru iri dengan orang-orang sukses, bahkan mereka suka mencela dan memusuhi orang-orang sukses. Mereka lebih suka bergaul dengan orang-orang negatif dan gagal, yang justru hal tersebut malah akan menghambat kesuksesan mereka.

7. Orang kaya bergaul dengan orang positif dan sukses, orang miskin bergaul dengan orang negatif dan tidak sukses

Dalam mencapai kesuksesan orang kaya biasa bergaul dengan orang-orang positif dan sukses, sehingga pola pikir kaya dan kesuksesan mudah untuk mereka dapatkan. Mereka selalu berpikir positif dan terus optimis. Sedankgan orang miskin bergaul dengan orang negatif dan tidak sukses, sehingga ide dan rasa psimis sering menghampiri diri mereka.

8. Orang kaya memilih dibayar berdasarkan hasil, orang miskin memilih dibayar berdasarkan waktu

Orang miskin memilih untuk dibayar sesuai dengan waktu yang mereka keluarkan, sedangkan setiap manusia mempunyai waktu yang terbatas. Jika hanya 8 jam yang dikeluarkan maka hasilnya pun akan sedikit.

Berbeda dengan orang kaya walaupun waktu yang sama maka ia akan berusaha meningkatkan upaya bagaimana caranya agar hasil yang didapatkannya lebih besar. Oleh karena itu dia akan terus meningkatkan upaya dan keahliannya (skil/kemampuan) sehingga hasilnya akan besar.

9. Orang kaya fokus pada wealth style mereka, orang miskin fokus pada life style mereka

Orang miskin berusaha keras bagaimana caranya agar mereka terlihat kaya dengan cara membeli apa saja agar terlihat kaya. Mereka membeli mobil mewah, rumah besar, barang-barang bermerek dan lain sebagainya. Walaupun uang tersebut hasil utang seperti KPR dan kartu kredit.

Berbeda dengan orang kaya yang menambah aset-aset mereka dengan cara fokus pada pembangunan passive income dan massive income mereka. Sehinga nantinya uang akan terus bertambah dan mereka akan semakin kaya.

10. Orang kaya mengatur uang mereka dengan baik, orang miskin tidak mengatur uang mereka dengan baik

Orang kaya berusaha menyisihkan uang mereka untuk tabungan masa depan. Setiap kali mereka mendapatkan uang, mereka langsung menyisihkan terlebih dahulu uang tersebut dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Berbeda dengan orang miskin yang langsung menghabiskannya untuk keperluan sehari-hari dan jika ada sisa mereka tabung atau bahkan mereka habiskan untuk hal yang tidak penting.

11. Orang kaya membuat uang bekerja keras untuk mereka, orang miskin membuat diri mereka bekerja keras untuk uang

Jika ada kelebihan uang atau mereka sengaja menyisihkan uang untuk investasi dan hasilnya mereka gulung lagi diinvestasi sehingga hasilnya akan berlipat-lipat. Berbeda dengan orang miskin, jika ada uang lebih maka mereka akan menghabiskannya dengan hal-hal yang konsumtif bahkan menghabiskan uangnya dengan hal-hal yang tidak penting. Tentu tujuannya agar terlihat kaya dan trendi.

12. Orang kaya bertindak melawan ketakutan mereka, orang miskin membiarkan ketakutan menghentikan mereka

Orang kaya melawan ketakutan mereka, mereka terus memupuk rasa optimis dan pantang menyerah untuk menggapai tujuan mereka. Sehingga semangat dan energi mereka selalu besar dan terus berjuang. Sedangkan orang miskin jika ada resiko yang besar mereka langsung terhenti dan takut menghadapinya, sehingga mereka mudah menyerah dan putus asa.



13. Orang kaya terus menerus belajar dan bertumbuh, orang miskin berpikir mereka sudah tahu

Orang kaya selalu belajar dan belajar hal yang baru dan berusha untuk mempraktekkannnya, sehingga mereka bertumbuh dan berkembang menjadi orang hebat. Mereka selalu merasa harus banyak belajar untuk terus berkembang. Sedangkan orang miskin selau berpikir bahwa mereka sudah tahu dan menguasai hal tersebut, sehinga mereka merasa tidak perlu belajar bahkan merasa tidak penting untuk melakukan apa yang mereka ketahui.

14.Mampu Menunda Kesenangan dan Tidak Ingin Segera Menikmati Hasil

Orang kaya mampu untuk menunda kesenangannnya, mereka tidak berfoya-foya dengan masa muda mereka. Mereka mengerti bahwa dengan terus belajar dan berusaha untuk sukses maka pada saatnya akan menikmati hasilnya. Sedangkan orang miskin berpikir bahwa harus bersenang-senang ketika masih muda dan ketika tua mereka akan merasakan kesengsaraan.

15. Orang kaya bertanggungjawab terhadap hidupnya, orang miskin menyalahkan situasi, lingkungan, orang lain dan nasib

Orang miskin malas menyelesaikan permasalahannya sendiri, mereka cenderung menyalahkan orang lain, situasi, lingkungan dan keadaan. Mereka selalu ada alasan untuk berkilah dan menyalahkan pihak lain. Setiap ada persoalan selalu saja ada alasan untuk berkilah dari persoalan tersebut tanpa mencari solusi.

Berbeda dengan orang kaya yang selalu saja mencari solusi dan mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan permalasahan yang ada. Selalu ada rasa optimis untuk menghadapi apapun itu, mencoba dan terus mencoba sampai mereka menemukan solusi untuk permasalahan mereka.

Demikianlah artikel tentang perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskin, mudah-mudahan artikel ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk mengubah pola pikir yang salah menjadi lebih baik lagi. Laruno.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagikan Artikel ini!