Laman

Rabu, 17 April 2019

Serakah dan Tamak, Perbuatan yang Tercela



Serakah dan Tamak hanya akan menyengsarakan pelakunya, karena mereka tidak akan pernah merasa puas dengan segala kenikmatan yang telah diberikan Tuhan. Sifat dasar manusia adalah tidak akan puas dengan apapun yang telah diberikan oleh Allah sang pencipta. Jika saja seseorang diberi 1 petak kebun emas, maka dia akan berpikir bahwa dia akan lebih banyak berbuat baik, membahagiakan orang lain, dan banyak sekali rencana-rencana yang bagus dalam kisaran otaknya.

Begitupun jika dia diberi 2 petak kebun emas maka akan banyak lagi rencana-rencana istimewa dalam benaknya, begitupun seterusnya. Semua yang telah diberikan oleh Allah kepada kita seharusnya disyukuri, kita pergunakan dengan sebaik-baiknya. Kita sebagai hambanya, tidak sepantasnya melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan kita tanpa melihat halal dan haram dalam mendapatkannya.

Memang sebagian orang berpendapat bahwa melakukan sesuatu jika dilakukan dengan salah, misalnya licik dan menipu maka kita akan mudah mendapatkan uang tersebut. Tapi apakah kita tidak pernah berpikir, bahwa orang yang melakukan hal yang demikian adalah orang yang berpikiran picik dan lemah. Karena jika dia mempunyai kemampuan/skill, maka dia tidak pusing memikirkan cara mendapatkan apa yang diinginkannya.

Artikel Terkait : Bahagia dan Sengsara

Misalnya seseorang pejabat jika dia mempunyai prestasi, skill, kemampuan dan harga diri apakah dia memerlukan cara lain seperti korupsi untuk mendapatkan uang?? Tentu tidak dia akan berpikir dua kali untuk melakukannya, karena orang yang melakukan korupsi adalah orang yang tidak mempunyai prestasi dan tidak mempunyai harga diri. Karena jika ada orang yang mengetahui perbuatannya, maka harga dirinya akan hilang.

Begitu juga dengan orang yang sedang berbisnis, jika mereka melakukan kecurangan untuk mendapatkan keuntungan apakah mereka adalah orang yang mempunyai kredibilitas dan harga diri? Tentu tidak, mereka tidak mempunyai mental yang baik dan tidak juga mempunyai harga diri dan kemampuan untuk mengembangkan bisnisnya.

Begitupun jika kita memperlakukan harta dan jabatan untuk kita syukuri dan menempatkannya pada tempatnya, tapi jika tidak bersyukur dan melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan atau kita serakah  tanpa melihat pada aturan-aturan yang ada. Keserakahan hanya akan mengakibatkan kesengsaraan dalam hidup kita, karena tidak akan pernah puas melakukan sesuatu untuk memenuhi semua kebutuhan yang tanpa batas.

Keserakahan itu tidak akan pernah berhenti kecuali kematian dan tobat, penyakit yang mengerikan yang pernah ada, karena akan menggerogoti rasa syukur dan rasa untuk saling berbagi dan tolong menolong. Orang yang serakah hanya mementingkan kepentingannya pribadi dan selalu melakukan perbuatan yang licik, untuk mendapatkan keinginannya. Selalu menutupi kesalahannya dengan berbagai macam kemunafikan yang ada dalam dirinya.

Artikel Terkait : Kelebihan dan Kekurangan

Sifat berbagi dan saling tolong menolong adalah sifat yang aneh, yang menghalangi dia untuk memenuhi semua keserakahan dalam dirinya. Lalu apa yang bisa membuat bahagia jika dia sulit untuk berbagi dan menolong, karena dengan berbagi dan menolong itulah salah satu kebahagiaan yang akan datang dari ketenangan dan kebaikan yang telah kita perbuat kepada orang lain.

Fitrah sebagai manusia adalah cinta terhadap harta tapi tidak untuk mencintainya secara berlebihan, apalagi melakukan apa saja untuk mendapatkan harta tersebut. Orang yang tamak adalah orang yang mengejar harta seperti serigala buas yang mengejar mangsa dan buruannya, walaupun harta tersebut bukan miliknya. Dia tidak malu kepada orang disekitarnya yang melihat buruk pada dirinya, yang dia ketahui adalah kesenangan dan kepentingan dirinya sendiri.

Ketamakan hanya akan menyengsarakan orang tersebut, karena dia tidak akan pernah puas serta melakukan segala macam cara untuk memuaskan keinginannya. Tentunya hal tersebut akan mengakibatkan banyak kesalahan dan kesengasraan pada dirinya sendiri. Ketamakan adalah senjata ampuh untuk mengumpulkan kesengsaraan-demi kesengsaraan, yang akan menggerogoti kebahagian dari diri seseorang yang haus dengan kebahagian dunia.

Agar kita tidak terbelenggu dengan sifat-sifat tersebut, hendaknya kita bersyukur dan zuhud, serta hati-hati dalam melangkah (wara) serta qonaah (merasa puas atas pemberian Allah). Dengan bersyukur, kita tidak akan merasa selalu kekurangan dengan nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita. Begitu juga dengan berhati-hati dalam melangkah untuk mencari kebahagiaan hidup maka kita tidak mudah tersesat.

Artikel Terkait : Prestasi dan Penjilat

Dengan kita merasa puas atas semua yang Tuhan berikan kepada kita, maka kita tidak akan terjerumus kedalam lembah keserakahan dan ketamakan yang mendalam, yang akan menumbuhkan benih-benih kesengsaraan hidup. Tak ada jalan yang baik dan terbaik untuk mencapai kebagahaian selain dengan cara yang benar bukan dengan cara yang salah.

Demikianlah ulasan tentang serakah dan tamak, kita harus menghindari dari sifat-sifat yang tercela ini. Sifat tersebut hanya akan membuat kita terjerembab dalam kenistaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagikan Artikel ini!