Senin, 27 Mei 2019

Agar Baterai Lebih Cepat Terisi dan Lebih Awet Tahan Lama, Inilah Tips Tepat Ngecas Baterai Smartphone




Tips Tepat Ngecas Baterai Smartphone – Baterai smartphone adalah salah satu komponen terpenting dalam penggunaan smartphone itu sendiri. Bagaiamana tidak, baterai lah penyuplai daya utama sebuah smartphone, tanpa adanya baterai maka smartphone tidak bisa digunakan sebagaimana semestinya.

Tapi sangat disayangkan, sebagian besar pengguna smartphone mengeluh dengan performa baterai yang sangat boros. Sehingga hanya segelintir orang yang hanya benar-benar dapat merawat baterai mereka dengan baik.

Walaupun banyak produsen ponsel yang menawarkan fitur baterai besar dan fast charging, tetap saja baterai tersebut akan cepat habis (lowbat) jika kita pergunakan secara terus menerus. Bahkan baterai akan lowbat 2 sampai 3 kali dalam sehari, jika kita memakainya full maksmal untuk bermain game atau menonton youtube secara nonstop seharian.

Memang pada dasarnya semua tergantung kapasitas baterai ponsel tersebut. Semakin besar kapasitas baterai smartphone kita, maka semakin awet daya pemakaiannya. Sebaliknya, semakin kecil kapasitas baterai, tentunya semakin sering baterai tersebut lowbat.

Yang menyebabkan baterai sering habis (lowbat) bukan karena usianya yang sudah tua, tetapi karena penggunaan smartphone yang berlebihan dan tidak terkontrol. Ketika kita tidak mempunyai waktu luang yang banyak dan tidak sempat mengisi ulang baterai kita.

Apalagi waktu untuk mengecas ponsel yang memakan waktu yang lama, tentunya itu juga akan menjadi masalah dalam merawat baterai smartphone. Walaupun ponsel mendukung fitur fast charging. Baterai juga sama halnya seperti manusia, kita perlu untuk merawatnya agar selalu dalam kondisi yang sehat.

Dalam pengisian baterai, kita tidak hanya sekedar memasukkan kabel charge ke port USB saja. Kita sebagai pengguna harus mengenali waktu yang tepat untuk mengisi daya baterai tersebut. Dengan mengenali waktu yang tepat dan cara yang tepat maka kemungkinan bisa membuat baterai tersebut lebih awet.

Tidak dibenarkan membiarkan ponsel kita semalaman masih dalam kondisi mengisi daya. Baterai juga bisa kenyang daya seperti manusia, ketika kekenyangan daya maka performa beterai pun akan menurun.


Menurut Engineer senior dimotorola, Mark Carlson, sebaiknya pengguna smartphone  mengisi baterai ketika menuju kosong daya, agar tidak menganggu performa smartphone tersebut. Jangan sampai baterai tersebut benar-benar dalam kondisi kosong, diibaratkan seperti memberi makan pada manusia yang memang telah mati.

Begitu pula ketika mengisi daya ketika baterai masih dalam kondisi setengah penuh, karena sama saja dengan memberi makan pada manusia ketika masih dalam keadaan kenyang. Menurutnya baterai yang dalam kondisi 10 persen akan menyerap daya lebih cepat, jika dibandingkan ketika dalam kondisi 50 persen daya.

Selanjutnya ia berpendapat bahwa mengisi daya yang berlebihan alias overcharging akan mempengaruhi usia baterai yang akan menjadi lebih pendek. Selain itu, dalam mengisi daya tidak bisa terlalu sering, isilah daya sesuai dengan kebutuhan saja.

Baterai smartphone mempunya batasan daya limit. Jika terlalu sering discharge dan melampau batas, maka performa bateraipun akan menurun. seandainya dalam mengisi baterai adalah dalam kondisi 10 persen dan membairkannya sampai terisi 100 persen. Siklus ini akan terhitung satu kali.

Jika kita ngecas baterai dalam kondisi 50 persen, kemudian mencabutnya saat 100 persen, siklus tersebut dihitung satu kali pengisian baterai. Sedangkan proses pengisiannya hanya 50 persen saja, tentu mekanisme ini kurang baik dan efisien. Karena rata-rata baterai smartphone cuma memiliki 500-1.000 kali siklus baterai.

Tips Tepat Ngecas Baterai Smartphone

Berikut akan kami jelaskan beberapa tips yang tepat dan aman, bagaimana kita ngecas baterai smartphone agar baterai tersebut tetap terjaga dan awet tahan lama, bahkan bisa mengecasnya dengan cepat.

1. Charge dalam Kondisi Baterai 30%
Proses charging yang tepat dan ideal dalam kondisi 30% sampai 40%. Karena di kisaran tersebut lah kinerja ponsel akan melambat dan baterai perlu segera di charge.

Jangan sampai ngecas smartphone dalam kondisi daya 0%, karena mengisi daya ponsel dalam kondisi ini dapat memperlambat proses pengecasan dan membuat suhu semakin panas, bahkan dapat memperpendek usia baterai smartphone.

Minimal daya baterai saat kita ngecas berkisar 20% jika memang terpaksa. Bahkan jika kita sering ngecas baterai saat daya 15% kebawah justru kurang baik untuk kelangsungan baterai ponsel. Hal tersebut akan berpengaruh pada umur baterai yang semakin berkurang dan bisa merusak baterai handphone.

Apalagi ketika daya baterai benar-benar habis (0%), maka dibutuhkan arus listrik yang lebih untuk mengisi daya baterai. Karena sebuah studi menemukan smartphone yang diisi tidak pada saatnya dan terlalu sering diisi bisa memperpendek umur baterai.

Bahkan tidak jarang kita temukan dimana kondisi smartphone tidak bisa discharge ketika baterai kososng, kita memerlukan waktu yang agak lama agar bisa terisi kembali. Hal tersebut terjadi karena perlu sebuah arus listrik yang lebih besar untuk menghidupkan ponsel ketika baterai dalam kondisi kosong.

2. Ngecas Baterai Tidak Sampai Full
Baterai lithium-ion, bagi pengguna yang memakai baterai jenis ini, disarankan untuk mengisi baterai tidak sampai penuh atau full 100 persen. Hal tersebut disebabkan karena tegangan yang semakin tinggi bisa menekan baterai dan memperpendek masa pemakain baterai.

Menurut beberapa sumber, pengisian baterai smartphone memang disarankan agar tidak sampai pada 100%, pengisian yang ideal hanya sampai 80% saja. Justru sering mengisi daya sampai full pada beberapa smartphone berpotensi memperpendek umur baterai.

Mengisi baterai yang melebihi dari 80% daya, bisa mengakibatkan smartphone overheat, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap umur baterai. Hal ini kita lakukan tidak hanya pada baterai lithium-ion saja, tapi juga baterai terbaru (modern) agar baterai kita tetap awet.

3. Gunakan Charger Original
Biasanya setiap vendor ponsel sudah menghitung seberapa besar tegangan dan aliran arus yang pas untuk setiap perangkatnya yang telah disesuaikan dengan kapasitas daya baterai. Tentunya hal ini juga telah menjalani pengontrolan mutu yang ketat yang menjadi SOP pabrikan sebelum merilisnya ke pasar.

Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu menggunakan charger original saat kita isi daya baterai smartphone kita. Karena penggunaan charger original akan mempercepat pengisian daya,  membuat baterai lebih awet dan dinilai lebih optimal dalam melakukan pengisian daya pada ponsel..

Seandainya kita memakai charger orang lain kita bisa memakai charger yang mempunyai tipe yang sama dibagian arus ampere. Karena ada charger yang mempunyai arus 2A dan ada juga yang 1A. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada proses pengecasan yang berbeda. Tidak hanya itu saja, pemakaian tipe arus yang berbeda akan berdampak negatif pada ponsel kita.

Selain itu, tidak sedikit charger yang tidak original (KW) mempunyai kualitas buruk yang bisa berakibat fatal pada baterai ponsel. Sering memakai charger yang berbeda-beda dapat mempengaruhi kualitas, umur, dan performa baterai ponsel. Jika kita ingin memakai charger lain, perhatikan kualitas charger tersebut dengan mengecek voltase dan juga ampere dibagian kepala charger.    

Perlu kita perhatikan bahwa kualitas baterai KW diragukan, karena memiliki kualitas di bawah standard (tidak sesuai prosedur pabrik). Karena dengan konfigurasi yang pas, tentunya akan terhindar dari suhu panas karena pengisian sesuai dengan prosedur kebutuhan baterai kita.

Berbeda ketika kita menggunakan charger sembarangan, bisa jadi arus yang masuk ke baterai handphone kita bisa lebih besar atau mungkin lebih kecil. Hal ini justru dapat membuat baterai lambat penuh dan mungkin overheat (menjadi panas).

Hindari memakai charger yang berbeda, apalagi charger tersebut merupakan dari merek yang berbeda. Tentu akan terdapat perbedaan konfigurasi. Apabila kita menggunakan charger tidak original dan daya ampere lebih tinggi, memang membuat daya pengisian ulang lebih cepat.

Tidak menolak kemungkinan, hal tersebut akan mempengaruhi umur baterai pada ponsel akan semakin pendek. Untuk mengetahui proses pengisian daya baterai yang tidak stabil  dari kepala charger dan smartphone yang cepat panas saat proses pengisian baterai.

4. Gunakan Baterai Smartphone Original
Penggunaan baterai original merupakan pilihan yang paling tepat, karena berpengaruh juga pada penggunaan smartphone yang kita gunakan. Penggunaan baterai yang tidak original, akan berdampak buruk pada ponsel kita.

Karena terkadang jika kita charger memakai baterai yang bukan bawaannya atau tidak original maka pengisian daya akan lebih lama jika dibandingkan dengan baterai bawaan.

Oleh karena itu jika baterai ponsel kita sudah rusak atau drop, hendaknya menggantikannya dengan baterai yang tetap original. Agar baterai dan juga handphone tetap stabil saat digunakan. Penggunaan baterai KW atau palsu berpotensi merusak smartphone kita.

5. Jangan Menggunakan Ponsel Ketika Sedang Di-charge
Ketika sedang asyik memakai smartphone, entah ketika main game, ngeyoutube, scroll sosial media, eksis didunia maya ataupun sedang chattingan, tiba-tiba baterai habis. Beberapa ada yang tetap nekat untuk tetap menggunakan smartphonenya.

Hal tersebut bisa memicu berkurangnya kinerja baterai dan juga kinerja smartphone yang sedang digunakan, karena daya yang keluar dan masuk saling bersamaan dan akan memperbesar tegangan.

Karena menggunakan handphone yang sedang di charger seperti telepon atau kegiatan lainnya, membuat proses pengisian baterai smartphone tergangu. Daya baterai bukan bertambah, melainkan berkurang karena daya keluar tidak seimbang dengan daya yang masuk pada baterai smartphone.

Yang tidak boleh dan cepat merusak baterai handphone adalah ketika kita menggunakannya disaat sedang ngecas. Efek yang akan dirasakan nantinya adalah baterai smartphone cepat habis.

6. Aktifkan Mode Pesawat
Ketika mengisi daya baterai ponsel hendaknya mengaktifkan mode pesawat, maka semua jaringan akan terputus. Dengan demikian akan mempercepat pengisian daya baterai sebab baterai tidak begitu banyak mengkonsumsi daya, jika semua koneksi dalam keadaan tidak aktif.

Dengan begitu, ponsel tidak lagi perlu bekerja keras menangkap atau mencari sinyal. Maka, ponsel pun bisa 2X lebih cepat terisi di bandingkan ketika semua fitur tersebut dalam keadaan aktif.

7. Matikan Fitur Auto-Update
Jika fitur Auto-Update tetap aktif, akan banyak memakai daya baterai. Oleh karena itu, saat pengisian daya baterai harus kita matikan. Dengan mematikan fitur ini maka pengisian baterai akan lebih cepat. Biasanya fitur ini muncul/aktif jika ponsel terhubung dengan koneksi wifi, terutama untuk aplikasi pada mode stand-by.

8. Install Aplikasi Pendukung
Untuk mempercepat proses pengisian baterai smartphone ternyata bisa juga dengan menggunakan aplikasi. Aplikasi yang biasa dipakai adalah Fast Charging. Aplikasi ini bisa membuat pengisian lebih cepat 20 persen bahkan sampai 40 persen tergantung jenis dari smartphone yang kita gunakan.

9. Melepaskan Casing Smartphone
Mungkin banyak yang mengesampingkan cara ini, tidak hanya dianggap tidak penting tapi mungkin banyak yang tidak tahu dan bahkan dianggap aneh. Tapi justru penggunaan case pelindung ponsel dapat menambah temperatur smatrphone kita menjadi lebih panas dan bisa memperlambat pengisian baterai smartphone kita.

Oleh karena itu, lepaskan case pelindung jika ingin mempercepat pengisian baterai dan temperaturnya akan tetap stabil. Ada beberapa tipe ponsel yang biasanya menjadi hangat ketika dicas sedanggkan casing masih terpasang. Hal tersebut disebabkan terhambatnya pembuangan hawa panas ketika sedang melakukan pengisian.

Walaupun untuk smartphone terbaru (modern) hal ini tidak terlalu relevan. Tetapi alangkah lebih baik jika kita melepaskan casingnya, karena secara logika jika terhambatnya pembuangan hawa dan temperaturnya meningkat maka akan membuat ponsel tidak stabil dan cepat panas.

Dalam proses pengisian baterai, ada hawa panas yang dikeluarkan dari body sebuah handphone. Saat casingnya tidak dilepas, maka hawa panas tidak keluar secara cepat yang biasanya mengakibatkan handphone mudah panas.

Dengan melepaskan casing saat smartphone sedang mengisi daya, bisa membantu ponsel dan muatan baterai berada pada suhu yang nyaman (stabil).

Oleh karena itu, lebih baik melepas casing smartphone saat mengisi daya. Tujuannya adalah agar panas pada bodi smartphone bisa menguap dan tak membuat smartphone mengalami overheating.

10. Menurunkan Kontras Layar HP
Jika kita memang mengecas ponsel dalam keadaan menyala, sebaiknya kontras layar smartphone direndahkan. Karena kontras layar merupakan faktor utama yang membuat baterai smartphone lebih cepat habis saat digunakan.


Oleh karena itu, agar proses pengecasan berjalan dengan baik, hendaknya kita menurunkan kontras layar ponsel kita. Sebab semakin terang kontras layar handphone, maka semakin tinggi pula konsumsi daya yang digunakan.

11. Nonaktifkan Smartphone
Cara inilah yang dianggap paling ampuh untuk mempercepat pengisian baterai ponsel kita. Tidak hanya mempercepat pengisian baterai, tapi juga bisa memperpanjang usai baterai smartphone. Metode ini sama halnya dengan mengaktifkan mode pesawat, bahkan lebih efektif. Hal tersebut karena baterai tidak mengeluarkan daya (tidak digunakan) sama sekali pada saat proses pengecasan.

Berbeda ketika ngecas baterai smartphone dalam kondisi menyala, daya baterai setidaknya tetap terpakai untuk menjalankan sistem. Terlebih lagi jika koneksi internet sedang aktif, maka pengisian baterai akan memerlukan waktu yang lebih lama dari pada saat kondisi ponsel mati.

12. Mambatasi Penggunaan Power Bank
Power bank merupakan alat elektronik yang biasa kita bawa kemana saja ketika hendak bepergian. Karena power bank bisa membantu kita saat-saat darurat ketika baterai handphone kosong.

Penggunaan power bank tentunya sah-sah saja untuk mengisi daya handphone. Penggunaannya yang menjadi masalah adalah ketika dipakai terlalu sering, karena memakai alat ini terus menerus berpotensi akan membuat umur dari baterai ponsel menjadi berkurang.

Bahkan bisa membuat baterai handphone rusak dan drop, apalagi jika kita menggunakan power bank abal-abal. Hendaknya kita pergunakan disaat yang mendesak saja, seperti dalam perjalanan, mati lampu dan waktu-waktu yang lainnya yang sulit menggunakan listrik.

Power Bank berperan dalam menggantikan kepala charger smartphone kita. Dengan demikian kita bisa paham bahwa Power Bank sama seperti kepala charger yang tidak asli, bahkan lebih parah dari itu.

Karena dengan menggunakan power bank, aliran arus listrik tidak cocok dan tidak akan stabil dalam proses pengisian baterai ponsel kita. Akibatnya smartphone akan cepat panas, umur baterai tidak tahan lama alias akan drop.

13. Hindari Ngecas Lewat port USB PC / Laptop
Mengisi baterai yang baik adalah ketika kita langsung mencolok ke stop kontak atau terminal colokan listrik. Jangan mengisi baterai ponsel dengan menggunakan port USB komputer.

Jika dalam keadaan darurat tentunya tidak menjadi masalah, tetapi perlu kita ketahui bahwa mengisi daya lewat port USB komputer ataupun laptop cenderung lambat karena arus yang masuk biasanya hanya 0,5 A saja.

Selain proses pengecasannya yang lambat, memakai port USB juga bisa membebani kinerja baterai smartphone. Oleh karena itu, hindari sering ngecas baterai smartphone dengan port USB komputer atau laptop, tapi langsung saja mencolokkannya ke arus listrik agar baterai tetap stabil dan lebih awet dipergunakan.

USB laptop atau komputer memiliki daya yang berbeda dengan charger asli smartphone. Karena memang desain USB bukan untuk charging, melainkan untuk transfer data dan untuk port hardware selain charging.

Menggunakan port USB juga bisa menyebabkan handphone kita terserang malware dan virus. Karena kita tidak pernah tahu apakah PC atau laptop yang kita gunakan untuk mengecas handphone tersebut mengandung virus atau tidak. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam mempergunakan port USB computer atau laptop.

14. Ngecas HP di Pagi Hari
Banyak yang melakukan hal ini dengan menganggap semuanya baik-baik saja. karena mereka berpikir bahwa setelah bangun tidur smartphone sudah terisi penuh. Walaupun smartphone jaman sekarang sudah ada fitur pemutus arus otomatis ketika daya baterai sudah terisi penuh, hal tersebut berbeda pada jaman dahulu yang jika penuh harus kita cabut agar tidak merusak baterai.

Tetapi untuk antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya fiturnya error atau tidak berfungsi, baterai tidak original sehingga cepat panas, atau charger yang tidak original sehingga arus yang masuk tidak stabil. Jika beberapa hal itu terjadi atau salah satu saja bisa memperngaruhi baterai, sehingga bisa memperpendek umur baterai, bahkan membuat baterai tersebut cepat rusak.

Oleh karena itu hindari mengecas baterai pada malam hari, untuk mengidari dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebaiknya kita ngecas baterai pada pagi hari, setelah subuh agar baterai tetap stabil dan jika terjadi hal yang tidak diinginkan kita sudah terbangun dan siap siaga untuk melepaskannya dari colokan listrik.

Untuk smartphone yang belum mempunyai pemutus otomatis ketika sudah penuh, hendaknya mengecas smartphone saat tidur dan membiarkannya terus terisi saat penuh agar dihindari. Karena hal tersebut akan membebani kinerja smartphone kita. Kita cari waktu yang tepat (dipagi hari) agar bisa sesuai dengan proporsi dan tidak membebani kinerja baterai.

15. Jangan Ditinggal Tidur
Memang smartphone zaman now sudah mempunyai pemutus arus otomatis ketika daya baterai penuh. jadi banyak orang yang tidak kahawatir mengecas ponsel ditinggal tidur. Namun perlu kita ketahui bahwa ngecas smartphone yang baik adalah ketika kita bisa mengawasinya, baik itu dipagi hari, siang atau sore hari.

Mengisi daya yang berlebihan secara terus menerus, dapat menyebabkan timbulnya lapisan lithium metalik, hal tersebut jika kita lakukan dalam waktu yang lama maka bisa mengurangi stabilitas baterai dan membuat sistem mengalami malfungsi dan reboot.  

Alasan selanjutnya adalah mengecas baterai terlalu lama akan membuat baterai terisi 100 persen, tentunya hal tersebut tidak baik untuk baterai kita. Kemudian alasan terakhir, membiarkan smartphone dalam waktu yang lama semalaman akan membuat panas yang berlebihan dan akan mengakibatkan pemborosan daya yang terbuang sia-sia setelah kapasitas baterai penuh.

Jika hal ini berlangsung lebih dari 2-3 jam, ini bisa jadi masalah. Karena baterai Li-ion biasanya mencapai kapasitas 100 persen setelah diisi daya antara 2-3 jam. Kalau hal ini terus berlangsung, suhu baterai bisa naik terlalu tinggi dan tentu merusak perangkat. Ancaman lain yang kini sering terjadi adalah smartphone meledak.

16. Suhu tinggi
Musuh dari baterai yang awet adalah suhu tinggi. Kunci utama untuk memperpenjang umur baterai adalah kita bisa mengontrol temperatur. Seperti halnya tegangan tinggi, temperatur yang tinggi akan menekan baterai dan membuat kapasitas baterai hilang dengan cepat, jika dibandingkan menjaga ponsel dalam temperatur yang rendah.

Menjaga smartphone dalam suhu 25-30 derajat celsius akan menjaga kapasitas baterai di angka 80 persen. Jika menyimpannya dalam suhu 40 derajat celsius, maka kapasitas baterai akan terjaga 65 persen, dan di suhu 60 derajat celsius atau 140 fahrenheit hanya akan memperpendek usia baterai dalam tiga bulan.

Sebaiknya lama mengisi daya sesuai dengan kebutuhan saja tanpa harus membiarkannya penuh. dengan demikian masalah overheating bisa dihindari. Perlu kita ketahui bahwa suhu dingin merupakan suhu yang paling efektif bagi perangkat ponsel kita.

17. Gunakan Mode Hemat Baterai
Selain mode pesawat kita juga bisa memakai fitur android yang lain yaitu mode hemat baterai. Jika kita ingin cepat mengisi baterai kita bisa mengaktifkan fitur ini. Untuk mengaktifkannya cukup mudah. Kita hanya perlu menuju ke menu Pengaturan > Baterai > Penghemat Baterai.

18. Matikan Fitur yang Tak Perlu
Untuk mempercepat dalam pengisian baterai smartphone kita bisa mematikan fitur-fitur yang sekiranya tidak perlu diaktifkan. Dengan tidak aktifnya fitur-fitur yang tidak diperlukan maka smartphone tidak terlalu terbebani sehingga pengisian akan menjadi lebih efektif.

Adapun contoh dari fitur-fitur tersebut misalnya saja Bluetooth, GPS, Wi-Fi, atau NFC. Disadari atau tidak, fitur-fitur ini cukup menyedot daya baterai.

19. Memperhatikan Lingkungan Tempat Ngecas Smartphone
Mengisi daya smartphone di sembarang tempat rupanya bisa menimbulkan bahaya. Seperti disebutkan di atas, baterai Li-ion memiliki temperatur tertentu. Jika kita meletakkan ponsel di tempat yang begitu panas, otomatis suhu ponsel pun bisa meningkat dan itu bukan hal yang baik.

Pada sisi lain, menempatkan smartphone di area dengan suhu sangat rendah seperti di depan AC juga bisa menyebabkan masalah. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan dimana tempat saat mengisi daya, jangan di tempat yang terlalu panas dan jangan di tempat yang temperaturnya terlalu dingin.

Tujuan utama dari menghindari kesalahan ini adalah agar baterai smartphone awet, tahan lama dan sesuai dengan pedoman penggunaan yang dikeluarkan oleh pabrikannya. Juga guna menghindari kejadian smartphone meledak karena overheating saat mencharge.

Baterai ponsel yang terjaga kondisinya tentu akan membantu menjaga produktivitas dan aktivitas kegiatan sehari-hari. Dengan demikian maka baterai akan terjaga dengan aman dan tidak mudah rusak, sehingga kita tidak khawatir untuk menggantinya dalam waktu dekat.

Baca Juga : Belajar Service Handphone (Smartphone) Secara Otodidak

20. Sesuai Kebutuhan
Mengisi baterai bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Mengisi baterai yang terlalu sering justru akan cepat menghabiskan siklus dari baterai itu sendiri. Isilah ketika baterai tersebut belum benar-benar habis. Kemudian pilihlah waktu yang tepat, agar kita bisa mengawasi dan tidak kita biarkan begitu saja.

Pengisian sesuai kebutuhan akan membuat baterai lebih awet dan tahan lama, sehingga kita tidak khawatir untuk cepat-cepat menggantikannya dengan baterai yang baru.

Mengisi ulang smartphone terlalu sering hanya akan membuat siklus baterai smartphone kamu cepat habis. Sebaiknya isi ulang sesuai kebutuhan, yakni saat baterai mau habis dan sisa 10%.

Saat baterai 10% dan diisi ulang jadi 100%, ini akan dihitung satu siklus. Begitu juga jika diisi ulang saat baterai masih sisa 60% lalu penuh jadi 100%, tetap dihitung satu siklus. Jelas ini tidak efisien, karena rata-rata baterai smartphone cuma memiliki 500-1.000 kali siklus baterai.

Waktu Terbaik Untuk Ngecas Smartphone

1. Ngecas Smartphone Dipagi Hari
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa pengecasan yang baik adalah ketika dipagi hari. Karena dengan mengisi daya baterai dipagi hari kita bisa mengawasinya secara langsung, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka kita dalam keadaan siap siaga.

2. Ketika Daya Baterai Dalam Kondisi 30%
Kondisi yang ideal adalah ketika daya baterai 30%. Karena pada waktu itu baterai masih menyimpan daya untuk bisa menopang kinerja smartphone dan juga proses pengecasan berjalan dengan lebih stabil dan cepat. Sehingga kondisi smartphone akan lebih stabil.

3. Sesuai Kebutuhan
Waktu yang paling tepat untuk ngecas baterai smartrhone tentunya sesuai dengan kebutuhan kita. Ketika baterai habis dan kita memerlukan smartphone untuk melakukan aktivitas, maka disaat itulah waktu yang tepat untuk ngecas smartphone kita. Tentunya kita juga harus memperhatikan waktu yang tepat dan daya yang pas (daya 30%) ketika ingin mengecasnya.

Demikian tips tepat ngecas baterai Smartphone Anda. Mudah-mudahan dengan artikel ini bisa memberikan sedikit pencerahan, agar kita bisa menjaga baterai smartphone dengan baik dan benar. Sehingga baterai akan awet dan tahan lama. Semoga bermanfaat !.

Sumber :
https://styleintech.com/tips-tepat-isi-baterai-smartphone
https://inet.detik.com/tips-dan-trik/d-4058331/tips-bikin-pengisian-baterai-ponsel-lebih-cepat
https://carisinyal.com/cara-ngecas-hp-yang-benar
https://selular.id/2017/08/tips-mengisi-baterai-ponsel-agar-awet-dan-tahan-lama
https://jalantikus.com/gadgets/waktu-terbaik-untuk-charge-hp


Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!