Laman

Kamis, 28 November 2019

Makanan Ini Berbahaya Jika Dipanaskan Ulang


Makanan Ini Berbahaya Jika Dipanaskan Ulang - Memang seringkali makanan yang kita buat terlalu banyak, banyak faktor yang membuat makanan tersebut tersisa. Ada yang sedang tidak mood makan, ada yang diet dan faktor-faktor lainya. Sehingga pada kesempatan lainnya baik pada malam hari atau keesokan harinya makanan tersebut dipanaskan kembali.

Menghangatkan kembali memang cara yang praktis, karena makanan yang sudah dingin akan terasa nikmat kembali setelah dihangatkan. Namun tahukah bahwa tidak semua makanan bisa dihangatkan. Hal tersebut bukan masalah rasanya yang akan berubah tidak senikmat seperti awal dibuat, tapi kandungan yang ada dalam makanan tersebut akan berubah.

Bahkan ada beberapa makanan dimana vitaminnya akan bisa berubah menjadi racun bagi tubuh kita, bahkan bisa menyebabkan timbulnya penyakit dan bahkan menyebabkan kanker. Beberapa diantaranya justru berkurang kandungan zat vitamin atau proteinnya. Hal tersebut tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Ada beberapa makanan yang tidak boleh kita panaskan kembali, diantaranya adalah :

1. Sayuran Selendri
Sayuran ini memang sering digunakan pada makanan yang berkuah, hal tersebut karena sayuran ini berfungsi sebagai bumbu alami yang dapat mempertajam rasa makanan, sehingga makanan akan terasa nikmat. Seledri mengandung cukup banyak vitamin yang baik untuk tubuh seperti vitamin A, vitamin B1, B2, B3, B4, B5, B6, vitamin C, K dan E yang baik untuk sistem imun manusia, melancarkan aliran darah, menghambat penuaan dan mencegah berbagai macam penyakit.

Walaupun segudang vitamain yang terkandung didalamnya, kita harus menghindari untuk tidak memanaskan sayuran ini kembali. Karena sayuran ini mengeluarkan senyawa carcinogenic, yang bisa menimbulkan kanker. Selain itu seledri memiliki kandungan nitrat yang tinggi, sehingga dapat beracun jika kita memanaskannya kembali.


Nitrat yang terkandung didalamnya akan berubah menjadi nitrit setelah kita panaskan. Jika terlalu banyak nitrit memasuki tubuh, akan meningkatkan risiko methemoglobinemia. Dimana kondisi nitrit dalam darah berinteraksi dengan haemoglobin dan zat besi, hal tersebut akan menyebabkan mereka tidak mampu membawa oksigen ke sel-sel hidup. Komplikasi terburuk yaitu bisa menyebabkan kejang atau bahkan kematian.

Selain itu, jika dipanaskan berulang kali, akan terjadi proses oksidasi. Proses Oksidasi adalah proses pengikatan oksigen atau proses penambahan bilangan oksidasi. Yang terjadi adalah Fe2+ pada seledri akan berubah menjadi Fe3+ atau senyawa Ferri yang beracun bagi tubuh akibat dari pemanasan tersebut.

Hal ini dikarenakan seledri seperti bayam, mengandung nitrat yang cukup tinggi. Jika dipanaskan kandungannya akan berubah menjadi nitrit yang bersifat karsinogenik. Jika tetap dikonsumsi akan menyebabkan kanker.

Seperti yang dikutip dari Hipwee.com yaitu penelitian yang dilakukan oleh Eufic.Org (The European Food International Council), kandungan nitrat dalam seledri akan berubah menjadi nitrit dan bersifat zat karsinogen (karsinogenik) yang bisa pemicu kanker

2. Sayuran Bayam
Sayur ini terkenal kaya akan zat besi yang disebut Fe2+ atau ferro yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, bila terlalu lama terpapar oksigen, zat Fe2+ tersebut akan berubah menjadi Fe3+ atau senyawa ferri yang punya sifat beracun.

Selain manfaat diatas, sayuran ini merupakan salah satu sayuran favorit karena selain lezat, bayam juga memiliki gizi yang melimpah. Di antaranya seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin K, dan vitamin E.

Selain itu bayam juga kaya akan nitrat dan zat besi. Tetapi jika dipanaskan berulang kali yang terjadi adalah nitrat tersebut dapat berubah menjadi nitrit dan bersifat zat karsinogen yaitu suatu zat yang mampu menyebabkan kanker pada jaringan hidup.

Sayur bayam mengandung nitrat dengan konsentrasi tinggi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Eufic.Org (The European Food International Council), semakin tinggi nitrat pada bayam, maka semakin tinggi pula bahayanya. Kemudian Nitrat tersebut bisa berubah menjadi nitrit, lalu ke nitrosamin yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Nitrosamin terbentuk karena enzim yang hadir dalam bakteri, akan mengubah nitrat menjadi nitrit. Hal ini terjadi, jika bayam dipanaskan dan disimpan lebih dari 5 jam, setelah itu dipanaskan lagi. Selain itu kondisi asam pada bayam juga mendukung pembentukan nitrosamin dan nitrit.


3. Sayuran Bit
Bit sama seperti bayam, mengandung nitrat dalam jumlah besar yang dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan dan bahaya setelah berubah menjadi nitrit saat dipanaskan kembali. Oleh karena itu, diusahakan untuk memasak sayuran bit secukupnya saja. Hal tersebut untuk menghindari tersisanya sayuran bit, sehingga selain berbahaya juga mubazir jika tersisa banyak dan terbuang.  

4. Telur
Telur merupakan salah satu sumber protein terbaik. Telur memiliki kandungan yang sehat dan berlimpah seperti vitamin A, kalsium, vitamin B6 dan juga B12. Dengan pengolahan secara tepat dan pas, maka kita akan mendapatkan kandungan vitamin tersebut. Jika kita ingin mengurangi kalori yang terkandung didalamnya, kita bisa merebusnya.

Selain sayuran tersebut kita juga tidak boleh menghangatkan telur. Walaupun baru 2 kali kita menghangatkan telur ataupun makanan yang mengandung telur, karena kualitas kandungan yang ada didalamnya akan berkurang.

Pemanasan yang dilakukan pada makanan tersebut dengan suhu yang tinggi, akan membuat protein pada saat direbus ataupun digoreng akan menjadi racun dan bisa mengakibatkan ganggungan sistem pencernaan.

Selain itu, jika dimasak dalam waktu yang lama atau dipanaskan kembali maka nutrisi yang baik yang ada dalam telur tersebut akan hilang, bahkan bisa membuat telur berubah menjadi racun. hal ini dapat menyebabkan munculnya kandungan racun dalam telur khususnya bagian kuning telurnya, yang dapat merusak dan mengganggu sistem pencernaan.

5. Daging Ayam
Ayam memang salah satu makanan favorit yang mengandung kandungan protein cukup tinggi dan rendah lemak. Memanaskan daging ayam akan berdampak negatif dan akan mendapatkan masalah pencernaan. Ketika daging ayam dimasak kembali atau dipanaskan, komposisi protein yang terkandung didalamnya akan berubah dan justru dapat menyebabkan masalah kesehatan pencernaan.

Jika ingin benar-benar memanaskan daging ayam kembali, kita dapat melakukannya dengan catatan harus dengan memanaskanya sampai kedalam, jangan hanya diluarnya saja yang dipanaskan. Caranya adalah memanaskanya dengan api yang kecil dalam waktu yang singkat. Kita bisa angkat sekiranya ayam sudah cukup hangat.


6. Kentang
Kentang banyak mengandung zat besi dan tembag yang sangat baik untuk nutrisi otak. Selain itu, kentang juga mengandung karbohidrat yang fungsinya dapat menyalurkan tenaga pada tubuh kita. Khasiat kentang yang lainnya adalah memiliki kandungan karbohidrat yang mudah dicerna dan mampu menyehatkan lambung.

Jika kita memanaskan kentang maka nilai nutrisi yang terkandung didalamnya akan hilang dan akan mengalami proses oksidasi saat dipanaskan. Proses tersebut akan membuat tubuh kita menerima senyawa racun yang berbahaya. Akibatnya adalah kita bisa terkena masalah pada pencernaan.

Tidak hanya itu saja, menyimpan kentang pada suhu kamar dalam waktu yang lama akan menjadi racun dan menyebabkan mual atau menimbulkan penyakit, bahkan bisa mengalami keracunan makanan. Yang harus kita lakukan adalah menyantap makanan ini selagi hangat dan nikmat, karena pada saat dipanaskan selain berbahaya raasanya juga sudah terasa hambar.

7. Beras/Nasi
Nasi merupakan makanan wajib kita konsumsi sehari-hari, karena didalamnya terdapat kandungan karbohidrat dan kalori yang menjadikan sumber energi utama bagi tubuh kita. Beras mentah mengandung spora yang bisa berubah menjadi bakteri dan bahkan dapat bertahan setelah nasi matang. Cara menyimpan beras yang salah, baik beras putih dan merah bisa menyebabkan masalah.

Ketika nasi matang dan dibiarkan pada suhu kamar yang tidak stabil (dingin kembali), maka spora tersebut dapat berkembang biak dan menghasilkan racun yang menyebabkan diare serta muntah. Daripada mubadzir, lebih baik kita memasak nasi secukupnya dan dihabiskan saat itu juga.

Nasi yang dibiarkan dalam keadaan dingin terlalu lama dan tidak disimpan dengan benar bisa menjadi ladang tumbuhnya bakteri beracun yang dinamakan Bacillus cereus yang berbahaya bagi tubuh kita. Bakteri tersebut bisa mengakibatkan diare, mual, dan muntah-muntah. Bakteri tersebut berkembang biak lebih cepat di suhu ruangan dibanding suhu kulkas.

Bila tidak mau sisa nasi tercemar, simpan di kulkas atau wadah yang kedap udara. Saat nasi dalam keadaan panas, bakteri Bacillus cereus bisa terbunuh, namun bisa menghasilkan spora yang beracun, yang menurut temuan dalam International Journal of Food Microbiology, juga tahan akan panas.

Menurut penelitian dari Martin Goldberg yang dikutip dari Hipwee.com, ahli mikrobiologi, dijelaskan bahwa memanaskan kembali nasi ternyata tidak direkomendasikan. Bakteri Bacillus cereus yang ditemukan dalam nasi bisa bertahan selama proses pemasakan. Ketika nasi sudah dingin, spora akan memperbanyak diri dan memproduksi neurotoksin yang bisa membuat kita sakit terutama pada pencernaan.

Menurut Food Standards Agency, sebenarnya yang membuat beracun bukan ketika memanaskannya, tetapi cara menyimpan nasi sebelum nasi tersebut dipanaskan lagi. Jika nasi tidak disimpan dengan cara yang benar, bisa memunculkan spora bakteri yang tidak akan mati meskipun nasi dipanaskan kembali.

8. Lobak
Lobak biasanya digunakan untuk membuat sup. Berbahayanya lobak dipanaskan adalah karena lobak juga mengandung nitrat sama seperti bayam, jika kita panaskan lagi maka lobak tersebut bisa menjadi racun yang berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.

9. Jamur
Selain sebagai sumber protein, jamur juga kaya akan kandungan mineral, vitamin, asam amino dan anti oksidan. Jamur termasuk bahan makanan yang paling mudah membuat kita sakit, bila dihangatkan kembali karena sangat riskan terserang mikroorganism.

Lebih baik makanan kaya protein ini harus dikonsumsi saat itu juga setelah sayuran dimasak. Karena jamur diperkaya protein, maka struktur jamur akan berubah ketika kita panaskan bahkan protein akan hilang.


Tentunya hal tersebut bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Ketika kita makan jamur yang dipanaskan, hasilnya hanya berupa senyawa jahat yang masuk ke tubuh. Maka resiko yang akan terjadi adalah adanya gangguan pada pencernaan, kehilangan manfaat gizinya dan bahkan masalah jantung.

10. Gorengan
Memakan gorengan memang terasa enak ketika dalam keadaan panas. Banyak orang yang tidak suka dengan gorengan yang sudah dingin. Tetapi jika kita ingin memanaskannya karena gorengan tersebut dingin, sebaiknya kita hindari. Karena jika kita menggoreng ulang gorengan,  kita memerlukan minyak yang banyak.

Dampak negatif jika dipanaskan lagi adalah kandungan kolesterolnya akan semakin tinggi akibat minyak tersebut. Tidak hanya kolesterolnya saja, akan tetapi kandungan lemaknya akan semakin tinggi. Biasanya makanan yang mempunyai tinggi lemak juga berkalori tinggi, karena 1 gram lemak setara dengan 9 kalori. Sehingga satu sendok teh minyak gorengan dapat menyumbangkan 45 kalori. Tentunya hal tersebut akan merusak kesehatan kita.

11. Makanan Bersantan
Banyak masakan yang jika dimasak dan diberi santan maka olahan tersebut akan semakin nikmat dan lezat. Terkadang makanan tersebut ada yang tidak begitu nikmat ketika sudah dingin. Biasanya makanan bersantan akan terasa nikmat jika kita panaskan lagi. Tapi lebih disarankan untuk memakannya dalam kondisi apa adanya saat dingin tersebut tanpa memanaskannya kembali.

Sebaiknya kita hindari untuk memanaskannya, karena lemak pada santan akan berubah menjadi lemak jahat dan juga menumpuk kolesterol (meningkatnya kolesterol). Untuk mengantisifasi makanan agar tidak tersisa, lebih baik kita memasaknya dalam porsi yang pas, sehingga kita tidak perlu memanaskannya kembali.

12. Daging Olahan
Didalam daging olahan terdapat banyak bahan kimia dan juga zat pengawet yang bisa menjadi racun jika kita panaskan lagi menggunakan microwave. Yang lebih buruk adalah microwave bisa membuat zat-zat tersebut buruk bagi kesehatan kita. Demgan memasukkan makanan olahan dalam microwave, secara tidak sadar hal tersebut membuat kita terkena perubahan kimiawi seperti halnya  kolesterol yang teroksidasi dalam prosesnya.

Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner. Seperti riset yang dilakukan oleh Food Control yang menemukan bahwa memanaskan daging olahan dengan radiasi microwave akan menimbulkan efek oksidasi kolesterol yang dapat berujung pada penyakit jantung.  

13. Minyak
Ada beberapa minyak yang tidak bisa dipanaskan, diantaranya adalah minyak biji anggur, minyak kenari, minyak alpukat, minyak kemiri, dan minyak biji rami semuanya memiliki titik asap yang sangat rendah.

Oleh karena itu jika kita panaskan kembali maka minyak tersebut akan terasa tengik. Jadi sebisa mungkin untuk tidak menggunakannya untuk memasak, memanggang ataupun menggoreng. Sebaliknya, percikan sedikit pada akhir ketika sedang memasak, hanya untuk meningkatkan cita rasa saja.

Demikianlah pembahasan tentang makanan yang berbahaya ketika kita panaskan lagi. Mudah-mudahan dengan artikel ini kita bisa lebih berhati-hati untuk tidak sembarangan dalam menghangatkan makanan, agar kita terhindar dari hal-hal yang membahayakan kesehatan kita. Mudah-mudahan artikel ini bisa memberikan manfaat untuk para emak-emak yang hobby masak. Selamat memasak!

Sumber :
https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/2904738/4-makanan-ini-beracun-kalau-dipanaskan

https://nakita.grid.id/read/02937321/10-makanan-ini-bisa-beracun-jika-dipanaskan-kembali-catat-moms?page=all


https://www.idntimes.com/food/dining-guide/reza-iqbal/awas-7-makanan-ini-jadi-beracun-kalau-dipanaskan-lagi-lho/full


1 komentar:

Bagikan Artikel ini!