Minggu, 16 Februari 2020

Kisah Haerul, Montir Tak Lulus SD Perakit Pesawat dari Mesin Motor

Kisah Haerul


Kisah Haerul, Montir TakLulus SD Perakit Pesawat dari Mesin Motor -   Akhir-akhir ini kita dihebohkan oleh seorang montir yang berhasil merakit pesawat terbang ringan jenis ultralight hasil uji coba menggunakan mesin motor. Tidak saja hanya dari mesin motor, tapi semua alat yang digunakan dari bahan bekas yang tidak terpakai lagi.

Dia adalah Haerul, sang pembuat pesawat asal Kelurahan Pallameang, Kecamatan Matiro Sompe, Kabupaten Pinrang, yang ternyata tak tamat Sekolah Dasar (SD). Dia hanyalah sekolah sampai kelas 5 SD. Tidak melanjutkan sekolahnya karena membantu ayahnya membuka bengkel motor ketika itu.

Walaupun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk bisa menyukseskan pembuatan pesawat tersebut. Sedangkan ilmu yang ia dapatkan dari media internet secara otodidak, terutama Youtube.

Setelah beberapa kali gagal dan bahkan menabrak tembok pembatas pantai, ia pun berhasil menerbangkan pesawatnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pesawatnya tersebut lumayan besar dan waktu yang dibutuhkan kurang lebih 3 bulan untuk masa trial erronya. Pesawat tersebut terbang dengan tinggi sekitar 300 mdpl. Jadi, kreativitas tidak memandang siapa orang itu, atau dimana ia lulus sekolah, tetapi kuncinya hanya keinginan keras untuk berusaha dan mencoba.

Mesin pesawat yang digunakan Haerul adalah mesin sepeda motor sport Kawasaki Ninja RR 150 cc yang berbahan bakar premium atau bensin. Untuk uji coba pesawat tersebut dilakukan di Pantai Ujung Tape Kelurahan Pallameang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, daerah tempat tinggalnya.

Keberhasilan dalam aksi menerbangkan pesawat rakitan tersebut viral di media sosial, pesawat tersebut mengudara sekitar satu menit 25 detik. Melakukan manuver sebanyak dua kali dan akhirnya mendarat kembali ditepian pantai.

Ia mengaku terinspirasi dari kecil ingin menciptakan pesawat terbang sendiri. Kendati tidak tamat SD, Haerul yang berprofesi sebagai montir terus berusaha untuk mewujudkan impiannya tersebut untuk membuat dan menerbangkan pesawat.

Belajar Dari Youtube

Hal yang sangat menginspirasi adalah dimana dunia maya menjadi rujukannya dalam mempelajari semua kebutuhannya untuk bisa menerbangkan pesawat. Dari dunia maya tersebutlah ia belajar membuat perhitungan agar bisa membangun sayap pesawat serta tenaga yang dibutuhkan agar pesawat tersebut bisa terbang.

Haerul mengungkapkan bahwa hal yang sulit baginya dalam proses pembuatan pesawat adalah ketika membuat kalkulasi yang tepat mengenai kekuatan tenaga pendorong, beban pesawat, ukuran pesawat, ukuran sayap, serta pembuatan kemudi dan roda pesawat.

Ia mempelajari semuanya itu terutama yang berkenaan dengan macam-macam perhitungan dalam pembauatan pesawat tersebut dari Youtube. Merakit karangka pesawat dan bahkan belajar jadi pilot pun dari youtube. Haerul belajar otodidak merakit pesawat melalui internet. Hal itu ditunjang dengan keahliannya sebagai modifikator motor.

Komponen Pesawat dari Bahan-Bahan Bekas

Berbekal modal kurang lebih sekitar Rp. 30 juta dan ilmu dari Youtube tersebut Haerul mengumpulkan barang-barang bekas untuk merakit pesawat terbang. Untuk membuat kerangka pesawat ia memerlukan setidaknya 50 kg aluminiumu.

Dengan bantuan beberapa temannya, dia membuat pesawatnya tersebut 2 bulan lebih. Adapun kerangka pesawat tersebut adalah satu baling-baling kayu, tiga roda, sayap utama, sayap tegak dan sayap ekor.

Pembuatan pesawat tersebut menggunakan bahan-bahan bekas dari rongsokan besi maupun almunium seperti roda gerobak pengangkut pasir hingga sayap pesawat dari parasut bekas penutup mobil. Sementara mesinnya, Haerul menggunakan mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 CC.

Baca Juga : Gadis Asal Kebumen Ciptakan Aplikasi Tandingan WhatsApp

Tidak Menyerah Walaupun Mengalami 4 Kali Kegagalan

Dalam proses pembuatan pesawat terbang Haerul beberapa kali mengalami kegagalan. Tapi dia tidak menyerah dan terus berusaha sampai berhasil. Dia pernah 4 kali melakukan pengujian, walaupun sempat terbang tapi pesawatnya terjatuh dan mengalami kerusakah yang parah. Dia mengalami luka-luka dan memperbaiki pesawatnya kembali.

Haerul mengungkapkan bahwa jangankan menjadi pilot, menjadi penumpang pesawat pun belum pernah ia rasakan. Oleh karena itu, ia mengakui sempat deg-degan perasaan bercampur aduk (senang bercampur was-was) saat mencoba terbang untuk  pertama kali. Haerul pun harus beberapa kali merasakan kegagalan untuk menerbangkan pesawat.

Pada percobaan kelima dia berhasil mengudara dengan pesawatnya sampai ketinggian 10-12 meter diatas permukaan laut. Akan tetapi pesawatnya mengalami kerusakan karena perndaratan yang tidak berjalan dengan mulus.

Dalam proses perakitannya tersebut Haerul dibantu dua karyawan bengkelnya Muh Yusuf dan Wawan. Mereka bertiga mengerjakan proses perakitan dilakukan pada malam hari setelah mereka menutup bengkel pada sore harinya.

Hingga pada saatnya hari Rabu (15/1/2020), uji coba yang dilakukan di kawasan Pantai Langga, pesawat Haerul bisa terbang melayang diudara. Puluhan masyarakat yang menyaksikan uji coba tersebut bersorak gembira tepuk tangan dan teriakan untuk memberikan aplaus pada keberhasilan Haerul.

Dengan peristiwa tersebut, apa yang menjadi obsesi Haerul sejak kecil untuk naik pesawat terbang sendiri tercapai. Ternyata usaha Haerul untuk menerbangkan pesawat sudah ia mulai sejak tahun 2002, dimana ketika itu ia berusaha untuk membuat helikopter namun tidak bisa diterbangkan.

Selain ingin membuat pesawat dan menerbangkannnya sendiri Haerul juga terinspirasi dengan teknokrat Profesor Baharudin Jusuf Habibie, presiden RI ketiga.

Pesawat dari barang bekas dan bermesin sepeda motor tersebut menjadi bukti bahwa Haerul bisa melakukan suatu gebrakan, walaupun tak lulus sekolah, apalagi kuliah di jurusan teknik penerbangan. Bahkan peralatan yang digunakan adalah barang-barang bekas.

Mendapatkan Apresiasi Dari Berbagai Pihak

Dari kerja keras dan keuletan pemuda tersebut akhirnya berbuah manis dengan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya diundangnya langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (20/1).

Baca Juga : Mahasiswa Aceh Temukan Alat Penonaktif Sinyal HP di Masjid

Ia pergi untuk memenuhi undangan tersebut menggunakan perawat Hercules TNI Angkata Udara dari Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Ibu Kota Jakarta. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi keberanian dan juga keuletan dari Haerul yang berusaha mewujudkan cita-citanya untuk terbang dengan pesawat buatan sendiri.

Untuk mendukung pengembangan kreativitas dari Haerul, Moeldoko ingin memasukkan Haerul ke dalam manajemen talenta Indonesia, yang mana institusi ini sedang disiapkan untuk membina dan mendukung warga Negara Indonesia yang punya bakat dan juga kreativitas.

Apresiasi terhadap Haerul juga datang dari TNI Angkatan Udara. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma TNI Fajar Adriyanto, TNI Angkatan Udara berencana memasukkan Haerul ke PB Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Dari video penerbangan perdana pesawat yang dilakukan oleh Haerul, Fajar menilai bahwa ia memiliki keberanian dan juga tekad untuk menerbangkan pesawat walaupun masih bingung ketika hendak mendaratkan pesawatnya.

Dengan bergabungnya Haerul bersama FASI, Fajar berharap Haerul bisa terbang lebih baik lagi sesaui standard keselamatan dan regulasi yang berlaku. Menurut mantan penerbang tempur F-16 yang berjuluk “Red Wolf” ini, menilai bahwa keberhasilan Haerul membuat pesawat terbang menjadi salah satu bukti menfaat positif media sosial untuk mengembangkan kreativitas seseorang menjadi lebih baik lagi.

Setidaknya Internet dan saluran Youtube adalah pembuka jalan bagi siapa saja termasuk Haerul yang bisa mewujudkan impiannya untuk mengikuti jejak Mr Crack, Profesor Bacharuddin Jusuf Habibie.

Atas prestasinya yang membanggakan tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengundang Haerul untuk datang ke Markas Besar TNI AU Cilacap, Jakarta Timur pada Selasa (21/1/2020). Kedatangan Haerul didampingi oleh tiga akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yakni Dr. Bastian Jabir, Dr. Rustan Tarraka, Dr. Muhammad Syahid, dan Lurah Pallameang Bapak Asdar.

Pada kesempatan tersebut KSAU menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inovasi, keberanian dan juga semangat pantang menyerah yang dimiliki oleh Haerul dalam membuat pesawat tersebut. Ia menuturkan bahwa akan mengarahkan dan memberikan pengatahuan tambahan yang berhubungan dengan pesawat Swayasa agar inovasi yang dilakukan oleh Haerul bisa lebih berkembang dan juga bermanfaat.

Tidak hanya itu saja dalam penerbangan pesawat keselamatan akan lebih diperhatikan agar bisa lebih terjamin baik untuk diri sendiri maupun orang lain, sekaligus mengajak kepada anak muda lainnya untuk mencintai dunia kedirgantaraan.  

Apresiasi berikutnya diberikan oleh Bupati Pinrang dan diundang langsung oleh Irwan Hamid, Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan atas keberhasilan serta kerja kerasnya dan mendapatkan penghargaan khusus dari Irwan.

Menurut Irwan Pemerintah layak memberikan apresiasi dan bangga terhadap Haerul, karena dia adalah orang yang inovatif dan juga kreatif sehingga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pemuda pinrang yang lainnya dan bisa mengembangkan kemapuannya tersebut.  

Pemberian apresiasi berupa piagam penghargaan dan sejumlah uang pembinaan, pemberian tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Pinrang Irwan Hamid di rumah jabatan Wakil Gubernur Sulsel, di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, pada Jumat (17/1/2020) pagi.

Selain itu, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman juga secara khusus mengundang Haerul ke rumah jabatannya untuk memaparkan hasil pesawat rakitannya terebut.

Demikianlah kisah Haerul, seorang montir yang tidak lulus SD yang berhasil merakit pesawat dari bahan bekas dan mesin motor.  Kisah ini sangat menginspirasi kita, bahwa siapapun bisa mencapai mimpi-mimpinya asalakn dia terus berusaha dan panjang menyerah.

Sumber :
https://bataranews.com/2020/01/17/pemuda-tidak-lulus-sd-berhasil-membuat-pesawat-dari-mesin-motor
https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-haerul-montir-tak-lulus-sd-perakit-pesawat-bermesin-motor-asal-pinrang.html
https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/23/11024951/viral-chaerul-lulusan-sd-mampu-rakit-pesawat-terbang-ini-kisahnya?page=all
https://news.detik.com/berita/d-4862890/bikin-pesawat-ultralight-montir-tak-lulus-sd-dapat-penghargaan-dari-bupati
https://www.youtube.com/watch?v=tEUvpEPetcs


Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!