Minggu, 23 Februari 2020

Kisah Santriwati Asal Garut yang Mampu Hafal 30 Juz dalam Waktu 1,5 Bulan

Kisah Santriwati Asal Garut yang Mampu Hafal 30 Juz


Kisah Santriwati Asal Garut yang Mampu Hafal 30 Juz dalam Waktu 1,5 Bulan - Santriwati Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Imelda Fitriani (16) bisa menjadi contoh yang baik bagi remaja muslim Indonesia. Istimewanya, gadis berusia 16 tahun ini mampu menyelesaikan hafalan Al Quran 30 juz hanya dalam kurun waktu 1,5 bulan atau 45 hari saja. Ia tidak bisa menahan tangis bahagianya. Bagaimana tidak, perjuangannya selama 1,5 bulan untuk bisa menghafalkan 30 juz Alquran akhirnya tercapai.

Kini Imelda, panggilan akrabnya telah diwisuda sebagai penghafal Al Quran bersama santri lainnya yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Darussalam. Kemudian ia bercerita tentang bagaimana perjuangan yang dilakukannya selama mengikuti kegiatan menghafal Alquran dipesantren tersebut.

Baginya, untuk menjadi seorang hafidzah Alquran 30 juz tidaklah mudah, karena mengingat rintangan yang dihadapinya sangat berat luar biasa. Tantangan yang dihadapinya dimulai sejak ia masuk kelas khusus yang harus disiapkan bersama teman-temanya yang dipilih harus bisa menyelesaikan hafalan selama 2 bulan.

Ia menyebutkan, gemblengan para ustadz dan ustadzah di Pesantren Darussalam pada akhirnya bisa menghantarkannya menjadi seorang hafidzah alquran 30 juz. Selain itu, kunci kesuksesan yang juga mendorongnya menjadi hafidzah yakni adanya niat yang sangat kuat yang sejak awal sudah benar-benar diluruskannya hanya karena Allah.

“Jika sejak awal kita  meluruskan niat karena Allah dan menjadikan diri kita lebih baik untuk bisa mengamalkannya, saya rasa sulit juga melawan berbagai rintangan yang kita hadapi,” katanya.


Sebelum masuk dalam kelas khusus, Imelda menyebut bahwa hal pertama yang perlu disiapkan adalah meluruskan niat. Ia mengaku bahwa dirinya sudah mulai menghafal Alquran sejak masuk pondok, atau kelas 1 intensif atau setara dengan kelas 10 SMA. Namun ketika mengikuti kelas khusus selama 2 bulan, ia harus mulai untuk menghafal setiap hari samapai selesai 30 juz.

Selama itu pula mereka diijinkan untuk tidak mengikuti kegiatan pondok yang lainnya. Kemudian setiap minggunya mengadakan penghadapan ijazah sampai mencapai target yang telah ditentukan. Dengan kata lain, mereka harus memberikan setoran hafalan Alquran.

Imelda yang bercita-cita menjadi dokter mengakui mendapatkan tantangan dan juga godaan, baik tantangan secara lahiriyah ataupun bathiniah. "Alhamdulillah Allah selalu mendorong saya untuk menghafal Alquran, akhirnya saya bisa menghatamkan Alquran. Ini semua karena Allah, hingga saya bisa. Persiapannya pertama jelas, niatkan pada harkatnya karena Allah, niat untuk menjadi lebih baik," ujarnya.

Berkat perjuangannya menghafal Alquran dengan waktu yang sangat cepat, Imelda bersama 137 penghafal Alquran lainnya menerima hadiah dari Perwakilan dari International Islamic Charity Organization Kuwait. Hadiah tersebut diberikan dalam acara wisuda hafidz dan hafidzah Alquran di Pondok Pesantren Darussalam, Garut.

KH Abdullah Said Baharmus  Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, membenarkan para santriwan dan santriwatinya mendapatkan penghargaan dari perwakilan International Islamic Charity Organization Kuwait.


Dia mengatakan bahwa Ada beberapa tamu dari Kuwait yang berjumlah 50 orang memberikan kehormatan. Setiap santri mendapatkan plakat dan 100 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp. 1,4 jutaan. Adapun santri yang dinyatakan lulus sebagai penghafal Alquran berjumlah 138 santri. Ada 98 santriwan dan santriwati dari Pesantren Darussalam dan 40 orang dari Pesantren Walantaka, Banten.

KH Abdullah Said Baharmus menjelaskan seluruh penghafal Alquran usia pelajar itu telah mengikuti proses kegiatan hafalan yang sangat ketat hingga akhirnya berhasil dan mampu menghafal Alquran.

Tugas mereka selanjutnya adalah membantu para santri lainnya untuk menghafal Alquran. Setelah itu, mereka bisa pulang kerumah masing-masing untuk berdedikasi untuk bangsa dan Negara, mengabdi pada masayarakat untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan Negara.

“Alhamdulillah dalam kesempatan ini, organisasi dari Kuwait juga memberikan bantuan pembangunan untuk enam lokal bangunan untuk tempat tahfiz santriwati dan 18 lokal kelas santri putra. Ini akan sangat bermanfaat bagi upaya kami dalam menciptakan hafidzah-hafidzah alquran lainnya ke depannya,” ujar Baharmus.

Sementara itu KH Asep Solahuddin Mu'thie sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut menambahkan bahwa wisuda yang diselenggarakan tersebut merupakan gelombang pertama, selanjutnya pada empat tahun berikutnya akan digelar wisuda serupa.


Seluruh santri berprestasi yang telah diwisuda merupakan hasil seleksi dari sekian banyak santri. Selanjutnya mereka mengikuti setiap tahapan yang sangat ketat sehinnga akhirnya lulus menjadi penghafal Alquran.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa untuk menjadi penghafal Alquran melalui proses yang tidak mudah dan cukup panjang. Para santri akan dibina sejak mulai masuk pondok baik dari tajwid dan tahsinnya. Mereka harus bisa menguasai dasar ilmu Alquran. Setelah terseleksi, maka para santri tersebut mengikuti kelas khusus tahfidz yang tidak dipungut biaya sama sekali.

Demikianlah kisah Imelda seorang santriwati asal garut yang berhasil menghafal Alquran dalam kurun waktu 1,5 bulan saja. Mudah-mudahan kisah ini bisa memberikan pelajaran berharga untuk kita. Jika kita mau berusaha dan tegar menghadapi halangan dan rintangan maka kita bisa mendapatkan keajaiban yang nyata.

Sumber :
https://www.gomuslim.co.id/read/news/2020/01/16/16949/-p-em-masya-allah-em-santriwati-asal-garut-ini-hafalkan-alquran-30-juz-dalam-waktu-1-5-bulan-p-.html
https://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-santriwati-hafalkan-30-juz-alquran-dalam-waktu-15-bulan.html
https://kabar-priangan.com/hanya-dalam-waktu-15-bulan-imelda-fitriani-hafal-30-juz-al-quran


Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!