Sabtu, 22 Februari 2020

3 Mahasiswa UI Temukan Obat Kanker Serviks dari Racun Duri Ikan



3 Mahasiswa UI Temukan Obat Kanker Serviks dari Racun Duri Ikan - Memang potensi yang ada pada bangsa Indonesia begitu banyaknya. Tidak hanya sumber daya alam yang mempunyai kekayan alam yang tidak habis-habis, tapi juga sumber daya manusia yang banyak mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa. Baru-baru ini ada 3 mahasiswa Universitas Indonesia (UI) jurusan Teknik Bioproses Fakultas Teknik UI berhasil menemukan obat Anti Kanker Serviks yang berasal dari racun duri ikan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam.

Adapun ketiga mahasiswa tersebut adalah Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa tersebut dilatarbelakangi karena meningkatnya kasus kematian yang disebabkan oleh pengidap kanker serviks di Indonesia. Berdasarkan data yang dilekuarkan Globoca pada tahun 2018 menyatakan bahwa ada 32.469 kasus dan 18.279 diantaranya meninggal dunia.

Sebelum membahas lebih jauh tentang khasiat dari ikan lionfish untuk mengobati kanker serviks, kita mengenal terlebih dahulu apa itu ikan Lionfish. Perlu kita ketahui bahwa Lionfish merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk dalam genus Pterois dan tersebar di wilayah Indo-Pasifik.


Duri-duri yang ada pada tubuh Lionfish mengandung racun yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Seperti yang telah dikutip dari detik, manusia yang terkena racun ikan ini akan merasakan gejala seperti berkeringat, pening, sakit kepala, mual, muntah, demam, hingga kejang dan kesulitan bernafas.

Menurut Mustika bahwa dari masalah yang terjadi tersebut, kemudian mereka berusaha menggali literatur terkait penggunaan Lionfish sebagai alternatif dari bahan alam. Apalagi pengobatan melalui kemoterapi belum sepenuhnya bisa efektif karena menimbulkan efek samping yang dihasilkannya.

Mustika mengungkapkan bahwa penelitian tersebut berawal dalam rangka ikut serta dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh Kemenristekdikti. Sedangkan ide mereka dapatkan ketika mereka mencari hewan yang beracun melalui internet dan mereka menemukan ikan Lionfish. Dimana jenis ikan ini adalah spesies ikan infasif, yang tidak hanya beracun namun juga merugikan bagi nelayan setempat.


Menurutnya penggunaan lionfish meupakan upaya yang mereka lakukan untuk ikut serta menjaga ekosistem laut, karena ternyata ikan tersebut merupakan salah satu ikan yang merugikan nelayan. Setelah mereka uji coba dilaboratorium, ternyata hasil menunjukkan bahwa racun Lionfish berhasil membunuh sek kanker.

Ikan Lionfish mengalami species invasive dengan tingkat reproduksi dan distribusi yang sangat tinggi, hal tersebut menyebabkan ledakan populasi yang sangat luar biasa sampai 700 persen. Ledakan populasi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem terhadap ikan lokal, dan penurunan populasi yang terjadi pada ikan lokal sehingga dapat merugikan nelayan sekitar. 

Terpilihnya ikan lionfish sebagai bahan alternatif bukan tanpa sebab, hal tersebut terjadi karena racun duri lionfish mangandung peptide yang memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis, yaitu proses penghambatan proliferasi sel kanker secara selektif. Dengan kata lain, senyawa ini membantu menghambat proses penyebaran sel kanker di dalam tubuh.

Untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks, tiga mahasiswa tersebut mengekstraksi racun duri Lionfish yang kemudian dimurnikan dengan presipitasi ammonium sulfat  dengan proses pemanasan. Ekstrak racun dari duri lionfish yang telah diperoleh kemudian diujikan secara in vitro terhadap sel kanker.

Lebih jauh Mustika menjelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari pengujian in vitro terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Efek inhibisi ini menunjukkan pengujian yang dilakukan berhasil membunuh sel kanker yang ada.


Mustika, salah satu mahasiswa yang malakukan penelitian mengaku dibantu oleh dosen pembimbing untuk mencari metode yang tepat untuk mengekstrak racun tersebut menjadi zat alternatif antikanker serviks.

Melalui penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk alternatif pengobatan kanker serviks berbahan alam. Selain itu dapat juga mengatasi permasalahan invasi ikan lionfish dibeberapa daerah peraiaran, sehingga tidak menganggu keseimbangan ekosistem ikan yang ada.

Penelitian yang dilakukan ini mendapatkan pembiayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi serta masih dalam tahap presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang akan diselenggarakan akhir Agustus 2019 di Bali.

Demikianlah pembahasan tentang 3 mahasiswa UI yang menemukan obat kanker serviks dari duri ikan lionfish. Mudah-mudahan artikel ini bisa menjadi inspirasi buat kita untuk terus berkarya tanpa henti, tidak ada yang tak mungkin jika kita ingin terus berusaha.

Sumber :
https://duniasehat179.blogspot.com/2019/11/setelah-ditemukan-obat-kanker-payudara.html
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4674140/3-mahasiswa-ui-kembangkan-obat-kanker-serviks-dari-racun-duri-lionfish


Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!