Sabtu, 28 Maret 2020

Bahaya dan Dampak Negatif Gadget pada Tumbuh Kembang Anak


Bahaya menggunakan gadget pada anak-anak sebaiknya dihindari, dengan cara tidak membolehkan mereka terpapar teknologi secara berlebihan. Karena ada dampak negatif gadget pada anak-anak. Apalagi diberikan hak untuk memiliki ketika mereka berusia di bawah 12 tahun, kondisi tersebut akan menghambat tumbuh kembang otak, mental, bahkan secara fisik.

Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menyatakan (menegaskan) bahwa anak-anak berusia 0 hingga 2 tahun tidak diperbolehkan terpapar teknologi sama sekali. Anak-anak dari 3 hingga 5 tahun terbatas pada penggunaan teknologi hanya satu jam per hari dan anak-anak berusia 6 hingga 18 terbatas hingga 2 jam sehari.


Anak-anak dan remaja yang memakai teknologi melebihi batas waktu yang disarankan, mempunyai risiko kesehatan yang serius yang dapat berakibat fatal (mematikan).

Bahaya Dan Dampak Negatif Gadget Pada Anak

Berikut adalah bahaya penggunaan gadget pada anak-anak yang bersumber dari berbagai penelitian. Agar dapat menjadi alasan kuat mengapa orang tua tidak boleh memberikan gadget kepada anak sebelum usia 12 tahun.

Ini adalah bahaya dan dampak negatif penggunaan gadget pada anak-anak yang mesti diwaspadai orang tua

1. Mengganggu pertumbuhan otak anak-anak
Pada usia 0 hingga 2 tahun, otak anak akan tumbuh dengan cepat hingga berusia 21 tahun. Perkembangan otak anak-anak sejak dini dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan.

Stimulasi yang berlebihan dari gadget (HP, Internet, TV, iPad, dll.) pada otak anak yang sedang tumbuh, bisa mengakibatkan keterlambatan kognitif, gangguan proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif dan mengurangi (menurunnya) kemampuan anak-anak untuk menjadi mandiri.

2. Tumbuh kembang yang lambat
Bahaya menggunakan gadget pada anak-anak, juga membatasi gerak fisik mereka. Yang menjadikan pertumbuhan fisik anak terlambat. Paparan terhadap teknologi sejak dini juga memberikan pengaruh pada kemampuan literasi dan pencapaian prestasi akademik anak-anak secara negatif.

3. Obesitas
Penggunaan televisi dan video game berkaitan dengan peningkatan kasus obesitas pada anak-anak. Perangkat elektronik yang terpasang di kamar anak-anak dan dapat diakses secara pribadi bisa meningkatkan risiko obesitas hingga 30%.

30% anak-anak yang mengalami obesitas, akan mengalami diabetes, sampai memiliki risiko tinggi stroke dini atau serangan jantung dan umur harapan hidup yang rendah.

4. Kurang tidur
75% anak-anak berusia 9 hingga 10 tahun mengalami kurang tidur karena pemakaian teknologi tanpa diawasi. Kurangnya tidur akan berpengaruh negatif pada nilai sekolah mereka, karena otak tumbuh dengan baik saat tidur, dan anak membutuhkan cukup tidur sehingga otaknya dapat bekerja dengan baik.

5. Gangguan (Kelainan) Mental
Penelitian di Bristol University pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa bahaya pemakaian gadget pada anak-anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan,  autisme, kurang atensi, psikosis, kelainan bipolar, dan perilaku bermasalah lainnya.

6. Sifat agresif
Konten di media yang dapat diakses oleh anak-anak, bisa menyebabkan sifat agresif pada anak-anak. Banyak kekerasan fisik dan seksual menyebar di Internet dan jika tidak ada pengawasan, anak-anak dapat terkena itu semua. Sehingga memicu perilaku agresif dan cenderung menyerang orang lain pada anak-anak.

7. Kecanduan
Pada saat orang tua yang terlalu bergantung pada teknologi, mereka akan semakin jauh dari anak. Untuk mengisi kekosongan ikatan dengan orang tua, anak itu juga mulai mencari hiburan dari gadget, yang akhirnya menadikan mereka kecanduan terhadap teknologi dan tidak bisa lepas dari teknologi tersebut. Ini adalah salah satu dampak negatif dari gadget yang amat berbahaya untuk anak-anak.


8. Kepikunan Digital.
Kecepatan konten di media menjadikan anak-anak mendapat attention span yang singkat/pendek. Ia tidak fokus pada satu hal dan akan dengan mudah mengubah fokus. Kondisi Ini mengurangi/menurunkan kemampuan konsentrasi dan juga memori. Sehingga anak menjadi sulit untuk focus (memperhatikan).

Hal Ini dapat memicu situasi yang disebut pikun digital, karena anak yang terpapar teknologi sangat banyak, tidak bisa focus (memusatkan perhatian), dampaknya kejadian tersebut akan mengakibatkan sulit belajar.

9. Radiasi Emisi
Pada bulan Mei 2011, WHO memasukkan gadget dan ponsel tanpa kabel lainnya dalam kategori Risiko 2B (kemungkinan penyebab kanker), karena radiasi emisi yang dipancarkan oleh alat tersebut.

James McNamee dari Lembaga Kesehatan Kanada, memberi peringatan pada 2011 lalu:
“Anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibanding orang dewasa. Karena otak anak dan sistem imun mereka masih berkembang. Jadi, kita tidak bisa mengatakan bahwa risiko pada anak sama dengan risiko pada orang dewasa.”

10. Proses belajar yang tidak berkelanjutan
Dampak negatif dari gadget berikutnya adalah pemakaian teknologi yang berlebihan pada anak-anak, dapat menjadikan proses pembelajaran tidak konsisten/berlanjut. Karena teknologi membuat segalanya menjadi lebih mudah, sehingga otak anak tidak terasah dengan baik, karena kemudahan yang ditawarkan untuk menemukan jalan pintas.

Agar dapat menguasai sesuatu dengan baik dan benar, sehingga kemampuan (skill) seseorang benar-benar mumpuni, salah satunya harus menguasai sesuatu secara menyeluruh. Jika dia menguasai setengah-setengah saja, maka kemampuan (skill)  yang ada pada dirinya tidak akan maksimal. Itu adalah salah satu dampak negatif dari gadget yang sangat berbahaya untuk pengembangan anak-anak.

11. Penurunan Kemampuan Interaksi Sosial
Penulis buku iBrain: Surviving The Technological Alternationf of the Modern Mind, dr. Gary Small mengungkapkan bahwa anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan teknologi, akan mengurangi interaksi dan mengganggu keterampilan dalam berkomunikasi.

12. Merusak Penglihatan
Kontak terlalu lama di depan Gagdet bisa merusak mata anak-anak. Menurut pakar kesehatan anak, penglihatan yang baik didapatkan jika anak melihat sesuatu dari jarak yang bermacam-macam (bervariasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kecanduan main gagdet lebih cenderung menderita gangguan di mata mereka

13. Kurangnya Minat Bermain di Alam Terbuka
Anak-anak yang kecanduan bermain Gagdet juga menjadi kurang tertarik bermain di alam terbuka. Hal tersebut karena mereka sudah biasa menonton layar Gagdet setiap hari dan tidak tertarik pada interaksi yang melibatkan fisik.

14. Tempramental
Apakah anak Anda menjadi agresif? Lihatlah tingkah laku anak-anak yang berinteraksi dengan gadget selama berjam-jam. Tantrum adalah bentuk umum dari agresif pada anak-anak, terutama anak-anak balita. Sikap agresif dan tantrum ini mengakibatkan paparan gadget yang sangat berlebihan. Pada saat mereka tumbuh dewasa, anak-anak yang kecanduan Gagdet lebih cenderung tidak mematuhi orang tua mereka.


Memberikan gadget kepada anak-anak memang merupakan cara termudah untuk membuatnya diam, sehingga tidak terlalu sulit untuk menjaganya. Namun, sesudah tahu bahaya dan dampak negatif gadget pada anak ini, orang tua tentu tidak ingin mengizinkan pertumbuhan mereka yang terganggu karena paparan teknologi yang berlebihan.

Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakan teknologi dan membiarkan anak tumbuh dengan baik tanpa hambatan apapun.


Sumber :
https://id.theasianparent.com/10-bahaya-penggunaan-gadget-pada-anak
https://kumparan.com/kumparanmom/7-dampak-buruk-kecanduan-gadget-pada-tumbuh-kembang-anak-1sB3ocLp5cd

 

 

 

Previous Post
Next Post

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!