Selasa, 17 Maret 2020

Penyebaran Virus Corona, Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahannya…




Seperti yang dikutip dari Kompas.com untuk saat ini penyebaran virus corona sudah mencapai 73 negara didunia. Walapun angka infeksi terus bertambah dari hari kehari tapi pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona mengalami peningkatan.

Seperti dilansir dari SCMP, sampai selasa (3/3/2020) pagi, total mereka yang terkena infeksi penyakit ini mencapai 90.872 kasus. Dari puluhan ribu tersebut ternyata yang dinyatakan sembuh 48.002 orang dari penyakit ini. Sedangkan jumlah dari korban jiwa mencapai 3.117. Itu artinya sekitar 2 - 3 persen saja orang yang meninggal dan yang kira-kira 52 persen dinyatakan sembuh. 

Update terbaru yang dikuti dari Kompas.com  yang melansir dari peta penyebaran Covid-19, Coronavirus COVID-19 Global Cases by John Hopkins CSSE, hingga Selasa (17/3/2020) pagi, jumlah pasien yang sembuh tercatat sebanyak 78.939 orang. Sementara itu, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 181.562 kasus dengan korban meninggal sebanyak 7.138 orang.

Itu artinya sekitar 3 - 4 persen saja orang yang meninggal dan yang kira-kira 44 persen dinyatakan sembuh. Kesembuhan yang menurun karena penyebaran yang begitu cepat sedangkan penanganan terhadap penyakit ini tidak secepat penyebarannya.

Apa itu Virus Corona

Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini disebut COVID-19. Namun pada kasus yang lebih parah Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut atau infeksi pada paru-paru, gagal ginjal, bahkan sampai kematian.

Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, lansia ibu hamil ataupun ibu menyusui. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019.

Virus ini sangat berbahaya dan bisa menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negera. Virus Corona adalah kumpulan/kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan.

Pada beberapa kasus yang banyak terjadi, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). 

Menurut Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani yang dilansir dari Bbc.com, bahwa virus corona (2019-nCoV) adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Berbedanya dengan virus lain adalah virus corona memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.

Selanjutnya ia menjelaskan virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang yang terkena virus ini akan mengalami kegagalan pernapasan. Itulah kenapa virus ini berat, karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influenza tetapi bisa menyebabkan Pneumonia.

Sedangkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernapasan. Virus ini masuk melalui saluran napas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.

Virus corona dapat menyebabkan beragam penyakit mulai dari flu biasa hingga SARS yang mematikan. Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya.

Menurut Diah gejala ringan yaitu flu disertai batuk, jika semakin berat akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan. Kemudian jika masuk ke saluran napas, maka akan menyebabkan bronkitis. Yang lebih berat lagi ketika semakin jauh infeksi ke saluran nafas bawah, itu Pneumonia lengkap. Selain itu, bisa juga disertai gejala infeksi virus ke organ lain, yaitu diare.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Kota Makassar, Dr. dr. Luthfi Parewangi, SpPD bahwa kita harus makan makanan yang dimasak dan banyak mengandung protein karena sumber imunitas tubuh dalam melawan virus itu adalah protein. Perbanyak protein mulai dari telur, ikan dan daging itu adalah modalitas kita untuk mempersiapkan ketika kita terpapar oleh virus.

Dalam hal protein, yang terbaik adalah  mengkonsumsi telur ayam jika kita merasa kesulitan untuk mendapatkan daging dan ikan. Karena telur mengandung protein berkualitas yang tinggi. Berbagai makanan yang berprotein tinggi menurutnya juga terdapat pada ayam, bebek, daging sapi dan berbagai sumber proten nabati seperti tahu dan juga tempe.

Gejala Virus Corona

Seperti yang dilansir dari Kompas.com melalui Business Insider (22/2/2020), mereka yang terinfeksi virus corona mengalami sekitar 20 persen pasien mengalami kasus penyakit yang parah atau mengalami sakit kritis. Sedangkan gejala umum yang diderita pasien virus corona yang melanda China adalah demam.

Penelitian yang dilakukan di Rumah sakit Zhongnan, Universitas Wuhan pada 140 pasien, menghasilkan beberapa pola khas gejala virus corona. Diantaranya adalah 99 persen pasien mengalami suhu yang tinggi, lebih dari setengah pasien mengalami batuk kering dan kelelahan. Sedangkan lebih dari sepertiganya mengalami kesulitan bernapas dan nyeri otot.   

Orang yang terkena infeksi virus corona atau COVID-19 ini, bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Dilansir dari website Kementerian Kesehatan, berikut ini gejala seseorang yang terjangkit virus corona (COVID-19) : 
  • Demam
  • Batuk, pilek
  • Sakit kepala.
  • Gangguan pernapasan
  • Sakit tenggorokan
  • Letih lesu


Namun, pada umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona ini, yaitu : Demam, Batuk dan Sesak napas. Menurut penelitian bahwa gejala dari virus corona ini muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu (14 hari) setelah terpapar virus corona atau COVID-19.

Perlu kita ketahui bahwa beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksi virus ini bisa berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh 2019-nCoV), yang menyebabkan gejala seperti: 
  • Demam yang cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
  • Batuk dengan lendir.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.


Infeksi bisa semakin parah jika menyerang kelompok individu tertentu dan juga dipengaruhi oleh faktor kerentanan. Contohnya orang yang mempunyai penyakit jantung, paru-paru, disfungsi hati dan ginjal atau juga penyakit lain yang sudah mereka derita terutama yang punya riwayat penyakit kronis (penyakit berat), orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, bayi, dan lansia.

Oleh Karena itu, pasien dengan gejala virus corona di atas agar segera memeriksakan diri ke dokter atau segera menghubungi Hotline Virus Corona (Kementerian Kesehatan RI): 021-5210411 dan 081212123119.




Kapan Harus Ke Dokter

Segera ke dokter terdekat jika kita mengalami gejala infeksi COVID-19 seperti yang telah disebutkan diatas dan tak kunjung membaik dalam hitungan hari atau gejalanya semakin berkembang, terutama jika gejala muncul setelah kembali dari Negara yang terinfeksi virus tersebut.

Bersegeralah menanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Karena hal tersebut bisa meningkatkan peluang kesembuhan infeksi virus tersebut. Kemudian jika memang diperlukan,bisa langsung melakukan rujukan kerumah sakit terdekat untuk virus corona. Orang yang dicurigai terinfeksi virus corona harus segara dirujuk ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab Virus Corona

Pada sebagian besar kasus yang terjadi virus corona hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang saja, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti MERS, SARS, dan pneumonia.

Ada dugaan bahwa awalnya virus corona ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, diketahui kemudian bahwa virus ini juga bisa menular dari manusia ke manusia. Adapun seseorang dapat tertular COVID-19 melalu berbagai cara, diantarnaya adalah :

1. Tidak sengaja terkena atau menghirup percikan ludah dari orang yang bersin/batuk penderita virus corona.
2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita virus corona.
3. Kontak jarak dekat secara langsung dengan penderita COVID-19, misalnya saja bersentuhan atau berjabat tangan. 

Memang Virus Corona bisa menginfeksi siapa saja, tetapi efek yang lebih berbahaya atau bahkan bisa menyebabkan fatal, yaitu jika terjadi pada orang yang sudah lanjut usia, orang yang sedang sakit, atau orang yang mempunyai daya tahan tubuh yang lemah.

Bagaimana virus tersebut bisa menjangkit pada manusia? Seperti yang terjadi pada SARS dan MERS, infeksi ini tergolong penyakit zoonosis, atau yang bisa menular dari hewan ke manusia.

Diduga virus corona dibawa oleh kelelawar, ular dan hewan liar lain yang dijual di pasar ikan Wuhan, Cina. Virus tersebut masuk ke tubuh manusia melalui kontak dan makanan. Orang yang terinfeksi kemudian akan menularkan virus tersebut ke orang lain melalui lima cara menurut A Handbook of 2019-nCoV Pneumonia Control and Prevention, yaitu:

1. Transmisi dari cairan tubuh yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin;
2. Transmisi melalui udara;
3. Transmisi melalui darah dengan kulit atau selaput lendir yang terbuka (mata, lidah, luka, dan lainnya);
4. Transmisi dari hewan;
5. Berdekatan dengan pasien yang terinfeksi.

Diagnosis Pada Penderita Virus Corona

Untuk dapat menentukan apakah pasien terinfeksi virus corona, awalnya dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis. dokter akan menanyakan gejala atau keluhan yang dialami pasien. kemudian selanjutnya dokter juga akan bertanya pada pasien, apakah mereka bepergian kewilayah yang terinfeksi virus (endemic virus) corona sebelum gejala muncul.

Selanjutnya Untuk memastikan diagnosis virus corona, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan (pemeriksaan fisik) sebagai berikut :

  • Uji sampel darah
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak
  • Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
  • Swab tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.

Pengobatan Virus Corona

Pengabotan pada infeksi virus corona sampai saat ini belum bisa diobati. Begitupun tak ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus ini, umumnya pengidap akan pulih dengan sendirinya sesuai dengan daya tubuh yang dimilikinya. Hingga saat ini para ilmuwan masih mengembangkan vaksin untuk menangkal dan mengobati infeksi virus corona.

Seperti yang kemukakan oleh dokter Diah semua virus corona termasuk 2019-nCoV belum ada obatnya. Walaupun virus ini memiliki resiko kematian, namun angkanya masih lebih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh. Itu artinya sebuah virus yang bisa disembuhkan.

Proses pengobatan yang dilakukan adalah terapi pendukung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh. Jika kita merasakan ringan bisa minum obat flu, jika sudah berat/demam bisa minum obat anti demam. Prosedur untuk menangani mereka yang terinfeksi virus corona adalah dengan menempatkannya dalam ruang isolasi. Tujuannya agar penularan pada orang lain bisa dicegah.

Oleh karena itu, pengobatan yang paling memungkinkan untuk saat ini adalah dengan meredakan gejala yang muncul. Tetapi ada beberapa langkah alternatif yang dapat dilakukan oleh dokter untuk meredakan gejala virus ini. diantaranya adalah :

1. Memberikan obat untuk meredakan rasa sakit, batuk, demam, nyeri dan flu. Minum obat penurun demam seperti parasetamol. Tetapi untuk anak kecil (kanak-kanak), dokter tidak memberikan aspirin kepada mereka. Selain itu, jangan berikan obat batuk pada anak di bawah empat tahun.
2. Menganjurkan penderita virus corona untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), hal tersebut dilakukan untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
3. Menganjurkan penderita virus corona untuk banyak minum air putih, guna menjaga kadar cairan tubuh dan tidak dehidrasi.
4. Memperbanyak makanan yang sehat, guna meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus tersebut.
5. Menganjurkan penderita corona untuk istirahat yang cukup dan tidak keluar rumah atau diisolasi dari orang lain, hal tersebut dilakukan agar mencegah penyebaran virus tersebut kepada orang lain.
6. Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.
7. Khusus untuk mereka yang terinfeksi virus corona yang menyebabkan penyakit serius, seperti SARS, MERS, pneumonia, atau infeksi novel coronavirus, dan biasanya demam tinggi maka diinfus karena butuh cairan banyak, dan diberikan obat lainnya tergantung derajatnya. Penanganannya akan disesuaikan dengan penyakit yang diidap dan kondisi pasien.

Jika gejalanya hilang dan menunjukkan hasil negatif, maka pasien akan dipulangkan. Pemeriksaan pembuktian pun dapat dilakukan dengan cepat. Jika memang benar-benar sembuh, batuk dan semua gejala hilang, maka akan dipantau oleh dokter kemudian dipulangkan. Kita tidak perlu khawatir (menular), itu artinya badan telah sukses melawan virus dengan sendirinya. Jadi tidak menular lagi.

Prosedur ketika pasien mengidap infeksi virus corona, maka dokter akan merujuk ke RS Rujukan yang telah ditunjuk oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat. Bila tidak bisa dirujuk karena beberapa alasan, dokter akan melakukan beberapa hal seperti dibawah ini :

  • Isolasi
  • Serial foto toraks sesuai indikasi.
  • Terapi simptomatik.
  • Terapi cairan.
  • Ventilator mekanik (bila gagal napas)
  • Bila ada disertai infeksi bakteri, dapat diberikan antibiotik.

Komplikasi Virus Corona

Jika terjadi pada kasus yang lebih parah, infeksi virus corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius sebagai berikut :

  • Pneumonia
  • Bronkitis akut
  • Sindrom pernapasan akut
  • Infeksi sekunder pada organ lain (Infeksi pada organ lainnya)
  • Gagal ginjal
  • Acute cardiac injury atau cedera akut pada jantung
  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS) atau inflamasi besar pada paru-paru
  • Dan yang terparah adalah kematian

Pencegahan Pada Penderita Virus Corona

Sampai saat ini, belum ada vaksin yang bisa mencegah infeksi virus corona atau COVID-19, tetapi sedang diteliti untuk menemukan vaksin virus corona. Oleh karena itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan kita terinfeksi virus tersebut.

Dibawah ini ada beberapa cara yang bisa kita pergunakan untuk mencegah virus corona. Beberapa langkah tersebut diambil dari beberapa sumber termasuk dari laman resmi Kemenkes,  adapun caranya adalah :

  • Hindari berdekatan (kontak langsung) dengan orang yang sedang menderita virus corona
  • Hindari untuk bepergian ke Negara-negara yang telah ditemukan adanya penderita virus corona. selain ke beberapa Negara tersebut kita juga tidak diperbolehkan ke daerah-daerah yang banyak terinfeksi virus corona. Minimal kita tidak mendekati mereka yang telah terinfeksi corona. Jangan masuk wilayah isolasi tanpa peralatan pengamanan dan perlindungan petugas medis.
  • Gunakan masker atau penutup muka lainnya saat beraktivitas diluar ruangan, terutama ditempat umum atau ditempat keramaian. Hal ini kita lakukan terutama ketika sedang batuk atau pilek. Jika memungkinkan pilihlah masker yang memang bisa menangkal virus keluar ataupun masuk seperti jenis N95 atau jenis lain yang mempunyai kualitas serupa. Ini hanya opsi (pilihan) saja, tentunya disesuaikan dengan ketersediaan ditempat masing-masing.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas diluar ruangan. Lakukanlah selama 20 detik hingga bersih.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan atau unggas liar. Apalagi memakan hewa-hewan liar tersebut, terutama yang menjadi terduga penyebaran virus corona. Jika terjadi kontak dengan hewan-hewan tersebut, kita harus mencuci tangan setelahnya.
  • Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah. Konsumsi suplemen untuk menguatkan daya tahan tubuh. Minum suplemen yang mengandung vitamin C dan D, serta zinc untuk menjaga kekebalan tubuh tetap kuat.
  • Masaklah daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi,  dan juga menghindari untuk mengkonsumsi daging yang tidak dimasak
  • Rajinlah berolahraga, istirahatlah yang cukup dan jangan melakukan aktivitas berat
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ketempat sampah. Ini berlaku juga bagi orang lain (penderita virus corona) yang dekat dengan kita, jaga jarak 1 meter sampai 2 meter untuk memastikan kita benar-benar aman. Laman WHO menuliskan, setidaknya jaga jarak 1 meter dengan orang tersebut karena batuk dan bersin bisa menularkan cairan yang mungkin mengandung virus.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung saat tangan dalam keadaan kotor sebelum kita mencuci tangan terlebih dahulu. Apalagi jika kita memang berdekatan dengan lingkungan yang sudah terinfeksi virus corona.
  • Bila batuk, pilek dan mengalami gejala penyakit saluran nafas (sesak nafas) segera berobat ke fasilitas kesehatan  
  • Perbanyaklah minum air putih, sebisa mungkin 8 gelas per hari. Hal tersebut dilakukan agar cairan dalam tubuh tetap terjaga dan tidak dehidrasi
  • Jaga kebersihan dan mensterilkan permukaan benda yang sering disentuh/digunakan, jika memungkinkan dicuci dengan air bersih. Selain itu jaga kebersihan lingkungan sekitar, agar kita aman dari segala macam penyakit termasuk virus corona.
  • Jangan lupa terus berdoa, agar kita bisa terhindar dari penyakit yang membahayakan termasuk virus corona.

Sementara itu, untuk orang yang diduga terserang COVID-19, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah agar virus corona tidak menular pada orang lain, Berikut ini di antaranya :

1. Tidak keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
2. Harus mendapatkan penanganan langsung dari tenaga medis
3. Jika rawat jalan, diharapkan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur ataupun kamar mandi yang berbeda dengan orang lain.
4. Demi kebaikan bersama, cegahlah orang lain untuk menjenguk (kontak) untuk sementara waktu sampai benar-benar sembuh dari penyakit ini
5. Sebisa mungkin untuk tidak bertemu dengan orang yang sehat
6. Hindari berbagi penggunaan alat makan, alat minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
7. Pakai masker dan sarung tangan jika sedang berada ditempat umum (keramaian) atau sedang bersama orang lain utnuk mencegah penularan
8. Menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung jika bersin ataupun batuk, kemudian buang tisu ditempat sampah. Yang perlu diingat adalah harus selalu membuang tisu setelah digunakan.

Beruntung kita berada di Indonesia, karena Negara kita punya beberapa buah-buahan yang sangat kaya manfaat dan keutamaan untuk kesehatan tubuh kita. dengan beberapa makanan (sayur, buah-buahan dll) dapat menambah kekebalan dan imunitas tubuh kita. Dibawah ini ada beberapa makanan yang akan dijelaskan menurut beberapa ahli.

Sistem imunitas atau daya tahan tubuh yang kuat adalah benteng terbaik untuk menangkal serangan virus atau penyakit apapun.  Oleh karena itu, agar imunitas tubuh kita dapat bekerja secara optimal, maka kita harus menerapkan pola hidup yang sehat, yaitu bereolah raga dengan teratur, istirahat yang cukup, menjaga pola makan yang benar.

Selain menerapkan pola hidup yang sehat, dibawah ini ada beberapa makanan yang juga berkhasiat untuk menambah kekebalan tubuh kita agar daya tahan tubuh kita tetap prima dan kuat menghadapi berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi, diantaranya adalah :

1. Memperbanyak makan sayur kelor, karena daun kelor memiliki kandungan gizi yang baik untuk imunitas tubuh kita. Seperti yang disampaikan oleh Spesialis Gizi Klinik, Dr Widjaja Lukito, PhD. Sp.GK bahwa daun kelor mempunyai protein tinggi yang berperan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Minum jamu juga bisa membuat daya tahan tubuh kita lebih kuat, karena salah satu bahan jamu menggunakan jahe dan kunyit yang mengandung kurkuma berkhasiat untuk kekebalan tubuh.

3. Menurut Peneliti asal Surabaya Chairul Anwar Nidom bahwa Jahe bisa menjadi penangkal virus corona karena mengandung curcumin/kurkuma yang ada pada Jahe. Dengan adanya curcuma yang ada pada jahe maka ia akan menghentikan produksi sitokin pada paru-paru.

4. Sama seperti Seperti penelitian yang dilakukan oleh Nidom, bahwa dalam sereh terdapat curcumin dan bisa dijadikan penangkal virus corona. Sereh juga mengandung berbagai macam nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh kita.

5. Kunyit juga mengandung curcumin yang dianggap bisa menangkal berbagai macam penyakit termasuk virus.

6. Temulawak juga mengandung kurkuminoid dan juga sebagai obat alami yang berfungsi memperkuat ketahanan tubuh kita.

7. Buah merah atau Pandanaceae conoideus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan infeksi patogen, termasuk virus corona baru, COVID-19. Buah endemik Papua ini banyak mengandung antioksidan, beta karoten, omega 3 dan 9, serta banyak zat lain yang meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu ada beberapa zat lain dalam buah merah yang meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu asam oleat, asam linoleat, dekanoat, omega 3 dan omega 9. Semuanya disebut senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.

8. Masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan tanaman rimpang atau empon-empon (rempah-rempah) seperti kunyit, temulawak, temu putih, temu mangga, temu hitam, dan jahe untuk membantu menjaga kekebalan tubuh. Karena empon-empon memiliki kandungan curcuma yang baik bagi tubuh.

9. Salah satu untuk mencegah virus corona adalah dengan banyak mencuci tangan setelah memegang sesuatu yang terkena cipratan bersin mereka yang terinfeksi virus corona. Itu artinya kita harus menjaga kebersihan dengan air bersih untuk mencuci tangan.

Salah satu fungsi dari wudhu adalah untuk menjaga kebersihan diri, untuk itu kita bisa menjaga wudhu agar terhindar dari berbagai kuman, bakteri dan bahkan virus. Oleh karena itu wudhu juga bisa menjadi senjata ampuh untuk menjaga kebersihan dan terhindar dari berbagai penyakit. Wallahu A’lam Bishowab.  

Daftar Rumah Sakit Rujukan untuk Virus Corona

Aceh

RSU Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
RSU Cut Meutia Lhokseumawe
Sumatera Utara

RSU H. Adam Malik Medan
RSU Kabanjahe
RSU Djasamen Saragih
RSU Tarutung
RSU Padang Sidempuan
Sumatera Barat

RSUP Dr. M. Jamil Padang
RSU Dr. Achmad Mochtar
Riau

RSU Dr. Achmad Mochtar
RSU Kota Dumai
RSUD Puri Husada Tembilahan
Kepulauan Riau

13. RSUD Embung Fatimah

14. RS Badan Pengusahaan Batam

15. RSUD Raja hmad Tabib

16. RSUD Karimun

Jambi

17. RSU Raden Mattaher Jambi

Sumatera Selatan

18. RSUP Dr. M. Hoesin Palembang

19. RSU Kayu Agung

20. RSUD Kabupaten Lahat

21. RSUD Siti Aisyah Lubuh Linggau

22. RSUD Siti Fatimah

23. RS Dr. Rifai Abdullah

Bangka Belitung

24. RSU Tanjung Pandan

25. RSU Pangkal Pinang

Bengkulu

26. RSU Dr. M. Yunus Bengkulu

27. RSU Arga Makmur

28 RSUD Hasanuddin Damrah Manna

Lampung

29. RSU Abdul Moeloek

30 RSU Kalianda

31. RSU Mayjend HM Ryacudu

32. RSU Ahmad Yani

DKI Jakarta

33. RSPI Dr. Sulianti Saroso

34. RSU Persahabatan

35. RSPAD Gatot Subroto

36. RSUP Fatmawati

37. RSUD Tarakan

38. RSUD Pasar Rebo

39. RS Bhayangkara Said Soekanto

40. RSAL Mintoharjp

Jawa Barat

41. RSU Dr. Hasan Sadikin Bandung

42 RSTP Dr. H. A. Rotinsulu Bandung

43. RSUD Gunung Jati Cirebon

44. RSUD Slamet Garut

45. RSUD Sekarwangi Sukabumi

46. RSUD Kab. Indramayu

47. RS Paru Goenawan Partowidgdo

48. RS Tk. II Dustira

Banten

49. RSUD Kab. Tangerang

50. RSUD Serang

Jawa Tengah

51. RSU Dr. Kariadi Semarang

52. RSU Dr. Suraji Tirtonegoro

53. RSU Prof. Dr. Margono Soekarjo

54. RSUD Pekalongan

55. RSUD Soeselo Slawi

56. RSUD RAA. Soewondo

57. RSUD Tidar Magelang

58. RSUD Moewardi

59. RSUD Banyumas

60. RSU Kudus

61. RS Paru Dr. Aryo Wirawan

62. RSUD Kota Semarang

63. RSUD Kardinah Tegal

DI Yogyakarta

64. RSUP Dr. Sardjito

65. RSUD Panembahan Senopati Bantul

66. RSUD Wonosari

67. RSUD Wates

Jawa Timur

68. RSUD Soebandi Jember

69. RS Pare

70. RSU Dr. Soetomo

71. RS Dr. Soedono Madiun

72. RSU Dr. Saiful Anwar

73. RS Dr. R. Koesma Tuban

74. RSUD Blambangan

75. RSUD Dr. S. Djatikoesoemo

76. RSUD Iskak Tulungagung

Bali

77. RSUP Sanglah

78. RSU Sajiwani Gianyar

79. RSUD Tabanan

80. RSUD Kab. Buleleng

Nusa Tenggara Barat

81. RSUD NTB

82. RSUD Kota Bima

83. RSUD Dr. Sudjono

84. RSUD Praya

Nusa Tenggara Timur

85. RSU Prof. Dr. WZ Johanes

86. RSU Dr. TC Hillers Maumere

87. RSUD Komando Labuhan Bajo

Kalimantan Barat

88. RSU Dr. Sudarso Pontianak

89. RSU Dr. Abdul Aziz Singkawang

90. RSUD Ade Muhammad dJoen Sintang

91. RSUD Agoesdjam Ketapang

92. RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bui

Kalimantan Tengah

93. RSU Dr. Doris Sylvianus Palangkaraya

94. RSU Dr. Murjani Sampit

Kalimantan Selatan

95. RSUD Ulin Banjarmasin

96. RSUD Idaman Banjarbaru

Kalimantan Timur

97. RSU Panglima Sebaya

98. RSU Taman Husada Bontang

99. RSU Dr. Kanujoso Djatiwibowo

100. RSU H. A. Wahab Sjahranie

101. RSUD Aji Muhammad Parikesit

Kalimantan Utara

102. RSUD Tanjung Selor

103. RSU Kota Tarakan

Gorontalo

104. RSU Prof. Dr. H. Aloei Saboe

Sulawesi Utara

105. RSU Prof. DR. RD. Kandou

106. RSU Dr. Sam Ratulangi

107. RSU Ratatotok Buyat

108. RSUD Kota Kotamabagu

Sulawesi Barat

109. RSUD Provinsi Sulawesi Barat

Sulawesi Tengah

110. RSUD Kota Kotamabagu

111. RSUD Kab. Banggai Luwuk

112. RSU Mokopido Toli-Toli

113. RSUD Kolonedale

114. RSU Anutapura Palu

Sulawesi Selatan

115. RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo

116. RSU Andi Makkasau Pare-Pare

117. RSU Lakipadada Tana Toraja

118. RSU Kab. Sinjai

119. RS Universitas Hasanuddin

120. RSUD Labuang Baji

121. RS Tk. II Pelamonia

122. RS Tadjuddin Chalid

Sulawesi Tenggara

123. RS Kendari

Maluku

124. RSU Dr. M. Haulussy Ambon

125. RSUP Leimena

Maluku Utara

126. RSU Chasan Basoeri Ternate

127. RSUD Sofifi

Papua

128. RSU Jayapura

129. RSU Nabire

130. RSU Merauke

Papua Barat

131. RSUD Manokwari

132. RSUD Kab. Sorong


Sumber : 

https://www.alodokter.com/virus-corona
https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/03/082500265/penyebaran-virus-corona-gejala-dan-cara-pencegahannya
https://www.infodikdas.com/2020/03/kenali-gejala-virus-corona-dan-cara-mengatasinya.html
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51232803
https://www.halodoc.com/kesehatan/coronavirus
https://www.idntimes.com/health/medical/izza-namira-1/virus-corona/full


Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!