Minggu, 26 April 2020

Kabar Baik! Ventilator Buatan Indonesia Siap Diproduksi Massal



Sebagai salah satu alat kesehatan yang sangat vital dan langka untuk menangani pasien Covid-19, ventilator kini jadi barang incaran banyak negara. Harganya yang sangat mahal juga menjadi salah satu keberadaan ventilator di rumah sakit rujukan sangat terbatas.

Namun, saat ini Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Pindad berhasil memproduksi sendiri alat bantu pernapasan tersebut. Produk kedua perusahaan ini telah dinyatakan lulus uji produk  Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI.


Ventilator PT DI diproduksi dengan desain dan prorotipe awal yang dikembangkan oleh ITB bekerjasama dengan Unpad. Ventilator yang dinamai Vent-I tersebut ditujukan sebagai alat bantu napas bagi pasien Covid-19  yang masih bisa bernapas sendiri, untuk mencegah gagal napas.

Sementara ventilator produksi PT Pindad ditujukan bagi pasien yang sudah kesulitan bernapas. Ventilator PT Pindad disebut mampu diproduksi hingga 40 unit per-hari. Direktur Operasional PT DI M. Ridlo Akbar mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus menyiapkan fasilitas lini produksinya kemudian melakukan reverse engineering untuk komponen yang tidak tersedia di dalam negeri.

Dengan begitu, diharapkan ketika izin produksi ventilator ini terbit untuk proses industrialnya, maka PT DI akan langsung mengejar target produksi 500 unit per minggu. "Kalau dari schedule awal itu targetnya di minggu pertama Mei, karena sekarang kita masuk uji klinis setelah itu kita mulai produksinya," terang Ridlo.

Pihaknya pun menargetkan ventilator produksi PT DI ini akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Bandung pada tahap awal. Berikutnya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan Jabar, Indonesia, bahkan luar negeri atau ekspor. Adapun Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, pihaknya sanggup memproduksi ventilator sebanyak 40 unit per hari.


Prototipe ventilator untuk pasien yang sudah sulit bernapas ini telah sukses diuji coba di RSU Pindad dan kini tinggal menunggu sertifikat dari BPFK. Saat ini, PT Pindad juga sedang menyiapkan lebih banyak material ventilator untuk mengantisipasi pembelian dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebanyak 1.000 unit. Ayobandung.com


Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!