Senin, 20 April 2020

Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh, Agar Terhindar dari Berbagai Macam Penyakit dan Virus Berbahaya yang Menyerang



Kesehatan memang mahal harganya, kita tidak akan pernah tahu mahalnya kesehatan sebelum kita merasakan sakit terlebih dahulu. Banyak biaya yang akan kita keluarkan jika kesehatan kita terganggu, oleh karena itu, penting bagi kita menjaga kesehatan tubuh dan juga meningkatkan imunitas tubuh agar bisa terhindar dari berbagai macam penyakit dan virus yang berbahaya.

Jika kita mempunyai kekebalan tubuh yang kuat, tentunya kita tidak akan mudah jatuh sakit. Untuk meningkatkan imunitas tubuh kita, ada berbagai macam cara yang dapat kita lakukan, salah satunya adalah dengan menjalani gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Perlu kita ketahui bahwa sistem kekebalan tubuh atau sistem imun terdiri dari sekumpulan sel, jaringan dan organ tubuh yang saling bekerja sama untuk melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri, jamur dan parasit. Jika saat sistem kekebalan tubuh dalam keadaan lemah, maka kuman-kuman tersebut dapat dengan mudah masuk dalam tubuh dan menimbulkan infeksi dan berbagai macam penyakit.

Pada dasarnya, setiap manusia sudah mempunyai daya tahan tubuh atau sistem imunitas untuk melawan berbagai macam penyakit yang berasal dari mikroorganisme. Walaupun demikian, bukan berarti imunitas tubuh kita selalu kuat untuk melawan penyakit. Harus ada tambahan amunisi dari luar untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh, agar tubuh kita tetap stabil dan tidak mudah terserang penyakit dan virus yang berbahaya.

Apalagi pada saat sekarang ini, dimana pandemi corona Covid-19 yang tengah melanda bangsa Indonesia dan sebagain besar Negara di dunia. Memperkuat kekebalan tubuh adalah pilihan utama yang harus kita lakukan. Kita harus mengubah pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat, agar imun kita tetap terjaga dan stabil.

Seperti yang dikutip dari Liputan6.com yang melansir dari Healthline, bahwa menjalani gaya hidup dan juga pola makan yang sehat akan meningkatkan pertahanan alami tubuh dan membantu melawan patogen atau organisme penyebab penyakit.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dengan Pola Hidup Sehat

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh/imunitas tubuh, kita bisa menjalani pola hidup yang sehat. Dibawah ini ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh kita:

1. Olahraga yang Teratur

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita harus berolah raga secara teratur dan konsisten. Seperti yang dilansir dari Liputan6.com studi menunjukkan bahkan satu sesi latihan sedang dapat meningkatkan efektivitas vaksin pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang sedang terganggu.

Olahraga yang rutin dan teratur dapat memperkuat imunitas tubuh, yaitu dengan cara merangsang kinerja sel darah putih. Tidak hanya dapat meningkatkan imunitas tubuh saja, olahraga juga baik untuk mengurangi stress, menjaga tekanan darah, menurunkan berat badan, memperkuat otot dan tulang, untuk kesehatan jantung, serta membuat tidur lebih nyenyak.

Hat tersebut seperti yang diungkapkan oleh ahli di National Institutes of Health - Medlineplus, menjelaskan bahwa olahraga bisa merangsang kinerja antibodi dan sel-sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel kekebalan tubuh yang melawan berbagai penyakit.

Melalui olahraga yang rutin sel darah putih bisa bersirkulasi lebih cepat. Dengan demikian, sel-sel tersebut bisa lebih awal untuk mendeteksi penyakit. Sehingga kita tidak mudah terserang penyakit jika kita melakukan olahraga secara rutin dan teratur.

Sedangkan Menurut anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) intensitas yang diperlukan ketika berolahraga dalam Physical Activity and Adults, dalam satu minggu orang dewasa (18–64) harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang. Bisa juga 75 menit aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dalam satu minggu.

Olahraga yang teratur dapat mengurangi inflamasi dan membantu sel-sel kekebalan beregenerasi secara teratur. Ada beberapa olahraga yang bisa menjadi olahraga pilihan yang baik adalah  jalan cepat (berjalan kaki), bersepeda stabil, jogging, berenang, senam aerobic, hiking ringan, lompat tali, hingga latihan fisik di gym. Waktu yang diperlukan untuk olahraga adalah 15 menit sampai 30 menit setiap harinya atau 150 menit perminggu.

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga secara rutin dapat mengurangi peradangan dan mendukung sel-sel untuk melawan infeksi. Olahraga juga bisa dijadikan salah satu cara untuk menajemen stress yang kita alami, apalagi pada saat ini terjadi penyebaran virus corona.

Seperti yang dilansir dari CNN Health, bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengeluarkan bakteri dari paru-paru, mengurangi kemungkinan resiko terkena flu, dan penyakit lainnya (demam, batuk, dan pilek).

Sumber lain menyebutkan, selain mengeluarkan bakteri dari paru-paru, aktivitas fisik (olahraga) juga dapat mengeluarkan bakteri dari saluran pernafasan. Dengan melakukan aktivitas olahraga secara rutin dan teratur, tentu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga melancarkan peredaran darah.

Pendiri Browningsfitness MaryAnn Browning menjelaskan olahraga juga mengurangi kadar hormon stress yang ada dalam tubuh, seperti hormon adrenalin dan kortisol. Karena Kadar hormon stres (kortisol) yang lebih rendah dapat melindungi diri kita dari berbagai penyakit.

Selain itu, olahraga juga dapat merangsang produksi endorfin, yaitu bahan kimia di otak yang merupakan obat penghilang rasa sakit alami dan juga bisa menjadi pengangkat suasana hati.

Ketika kita melakukan olahraga, maka yang terjadi adalah akan ada proses pembakaran lemak yang membuat tubuh menjadi lebih hangat. Itulah sebabnya, jika kita rutin melakukan olahraga dengan teratur dapat membuat tubuh tidak mudah sakit.

Studi menunjukkan, individu yang bugar dan rajin berolahraga memiliki resiko terkena infeksi yang lebih rendah dibandingkan orang yang tidak menjaga kebugarannya.

2. Tidur yang Cukup

Istirahat yang cukup akan meningkatkan kekebalan tubuh, tidur yang kurang akan mempengaruhi kesehatan tubuh kita . Sebagai contoh orang yang sering bergadang dan tidur yang tidak teratur (kurang tidur) rentan terhadap penyakit yang menyerang. Kualitas tidur yang tidak memadai atau buruk akan mempunyai kerentanan yang tinggi sehingga mudah terserang penyakit.

Selain itu bisa kita contohkan juga bahwa orang yang sakit akan secepat mungkin pulih jika ia banyak beristirahat. sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk beristirahat adalah 7 jam untuk orang dewasa, remaja 8-10 jam, sementara itu anak-anak dan bayi membutuhkan hingga 14 jam. Dengan istirahat yang cukup maka sistem imunitas tubuh akan tetap terjaga.

Seperti yang disarankan oleh National Sleep Foundation (NSF), bahwa kita seharusnya tidur 7-8 jam pada malam hari agar kekebalan tubuh kita tetap kuat. Tetapi jika hal tersebut tidak memungkinkan karena ada aktivitas tertentu, maka kita diperbolehkan menggantinya 2 kali yaitu disiang hari dan sore hari dengan masing-masing durasi 30 menit.

Hal tersebut telah terbukti membantu mengurangi stress dan mengimbangi efek negatif dari kurang tidur. Jika cara tersebut dirasa sulit, karena biasanya jika kita tidur waktunya akan berdurasi panjang 1 sampai 2 jam. Maka bisa kita lakukan setelah makan siang. Saat kita beristirahat maka sistem kekebalan akan menghasilkan sel.

Kita disarankan untuk tidur dengan kondisi yang gelap dan pada waktu yang sama setiap malamnya. Tidur dan istirahat yang cukup akan membuat tubuh akan lebih banyak memproduksi antibodi atau zat kekebalan yang bisa mencegah infeksi. Selain itu, kita juga tidak mudah mengalami stress jika istirahat kita terpenuhi.

Seperti yang dilansir dari Inews.id Saat tidur, tubuh  kita menggunakan waktu istirahat tersebut untuk melakukan pemulihan kritis dan perbaikan fungsi-fungsi penting, termasuk sistem kekebalan tubuh. Namun, jika kita mengalami satu malam tidur yang buruk dapat mengurangi sel kekebalan sebanyak 70 persen.

Perlu kita ingat bahwa tanpa tidur yang cukup tubuh tidak dapat memproduksi sikotin dengan jumlah yang banyak. Sikotin merupakan sejenis protein untuk dapat melawan infeksi dan peradangan yang secara efektif mencitpakan respons imun kita. Sikotin inilah yang akan diproduksi dan dilepaskan selama kita sedang tidur.

Dengan istirahat yang cukup pula bisa memupuk produksi sel T di dalam tubuh kita. sel T merupakan kelompok dari sel kekebalan tubuh yang mempunyai peran penting dalam sistem imun terhadap berbagai virus yang menyerang.

Sel T yang ada dalam tubuh kita akan menyerang dan menghancurkan sel pembawa virus. Selain itu, tidur yang berkualitas juga bisa meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap ancaman penyakit yang datang.

3. Konsumsi Lebih Banyak Makanan Nabati

Makanan nabati bisa meningkatkan imunitas tubuh kita. makanan nabati tersebut mengandung nutrisi dan antioksidan yang dapat memberi kita keunggulan terhadap patogen berbahaya yang menyerang tubuh. Adapun makanan nabati tersebut seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Seperti yang disebutkan tadi bahwa dalam makanan nabati mengandung antioksidan, yang mana aktioksidan tersebut membatu mengurangi peradangan dengan memerangi senyawa tidak stabil yang disebut radikal bebas. Yang mana bahayanya adalah menyebabkan peradangan ketika mereka menumpuk di tubuh dalam kadar yang tinggi.

Serat yang terdapat dalam makanan nabati memberi makan mikrobioma usus atau komunitas bakteri sehat yang ada diusus kita. Dengan mikrobioma usus yang kuat dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita dan membantu mencegah patogen berbahaya memasuki tubuh melalui saluran pencernaan. Selain itu buah dan sayuran kaya akan nutrisi seperti vitamin C yang juga berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh.

Memperbanyak konsumsi sayur dan buah sangat membantu menjaga dan meningkatkan sistem imunitas tubuh. Karena kandungan vitamin dan mineral di dalam sayuran serta buah memiliki khasiat untuk melawan virus atau bakteri yang menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit.

Sebuah penelitian mengatakan orang yang banyak mengonsumsi sayur dan buah cenderung tidak mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita berusaha untuk mengkonsumsi sayur setiap makan siang dan malam, serta buah untuk sarapan. Kita bisa juga membuat jadwal tersendiri untuk mengkonsumsi sayur dan buah tersebut sesuai selera masing-masing.

4. Makan Lebih Banyak Lemak Sehat

Lemak sehat dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh kita terhadap patogen dengan mengurangi inflamasi. Karena jika terjadi implamasi kronis maka yang akan terjadi adalah akan ada penekanan pada sistem kekebalan tubuh kita. lemak sehat bisa kita temukan dalam minyak zaitun dan salmon.

Minyak zaitun yang sangat anti imflamasi dikaitkan dengan penurunan resiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Tidak hanya itu saja Sifat dari anti inflamasinya dapat membantu tubuh kita untuk melawan bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit berbahaya. Asam lemak omega-3, seperti yang ada di salmon dan biji chia, juga untuk memerangi inflamasi.

5. Mengelola Stres

Kondisi pikiran yang fresh dan bahagia akan meningkatkan imunitas tubuh kita. Jika kita sedang mengalami stress maka imun akan menurun, oleh karena itu kita harus bisa mengelola stress sebaik mungkin. Jika memungkinkan bisa menghilangkan stress dan kecemasan yang berlebihan, karena yang demikian itu adalah kunci dari kesehatan kita agar kekebalan tubuh tetap stabil.

Stress yang berkepanjangan akan meningkatkan inflamasi serta ketidakseimbangan dalam fungsi sel imun. Khususnya, stress psikologi yang berkepanjangan dapat menekan respons imun pada anak-anak.

Sebisa mungkin untuk tidak terlalu stress, karena tingkat stress yang tinggi dapat memicu tubuh untuk terus memproduksi hormon kortisol. Kadar hormon stress atau kortisol tinggi yang berlangsung lama dapat membuat imunitas menjadi lemah. Oleh karena itu kelolalah stress yang menyerang dengan baik.

Oleh karena itu, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang dapat mengelola stress seperti melakukan apa yang menjadi hobi, melakukan hal yang menyenangkan, meditasi, olahraga,  yoga, cukup istirahat, berjalan-jalan di luar ruangan, bergelut dengan buku favorit, aktif bersosialisasi dan juga melakukan teknik relaksasi untuk meredakan stress berlebihan yang kita alami.

Sebuah penilitian yang dilakukan baru-baru ini menyarankan bahwa meditasi dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh bekerja secara optimal. Seperti yang diungkapkan oleh praktisi meditasi Ellie Burrows Gluck bahwa meditasi secara konsisten dapat membantu memperbaiki kesehatan ditengah situasi yang stress.

Ketika kita sedang dirumah atau bahasa kerennya adalah stay at home, waktu inilah waktu yang tepat yang bisa kita pergunakan untuk meditasi. Jika memang diperlukan, kita bisa pergi kedokter,  konselor, terapis atau psikolog berlisensi untuk berkonsultasi agar bisa mengatasi stress tersebut.

Selain dari hal-hal positif yang kita lakukan diatas, kita juga harus menghindari hal-hal negatif yang mempengaruhi pikiran kita dan membuat kita stress. Kita berusaha menghindari berita-berita negatif yang ada disosial media dan memfilter sumber media yang terpercaya untuk mendapatkan informasi. Hindari sebisa mungkin hal-hal negatif yang mempengaruhi pikiran kita dan yang membuat kita cemas dan stress.

Penelitian sejak 25 tahun lalu oleh Penasehat kesehatan mental klinis berlisensi dan associate director dari Program Konseling Master Online di Wake Forest University Allison Forti menjelaskan bahwa stres psikologis meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.

Dia juta menjelaskan bahwa stres yang berkepanjangan atau kronis dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi kemampuan tubuh untuk bertahan melawan virus dan bakteri. Stress yang berlebihan bisa meningkatkan resiko terkena banyak penyakit. Stress membuat sistem imun melemah sehingga mudah terserang berbagai penyakit.

Biasanya pada saat stress, maka seseorang akan melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok, memakan makanan yang tidak sehat, kurang tidur, minum alkohol, dan lainnya yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Untuk mengatasi stres selain yang disebutkan diatas, kita bisa meluapkan stress dan emosi pada kegiatan yang baik dan menyenangkan diri. Aktivitas yang bisa kita lakukan adalah kita bisa memjalin koneksi dengan teman atau orang yang dicintai.

Sering melakukan komunikasi dengan mengirim email, telepon, dan lainnya. Bercanda tawa dengan keluarga dan teman atau hanya sekedar melakukan teknik relaksasi. Bisa juga menonton film, mendengarkan musik, berendam di air hangat, dan lain sebagainya.

Tubuh yang sehat juga bisa berasal dari pikiran yang sehat. Itu Artinya pikiran kita terbebas dari hal-hal negatif yang membuat kita menjadi stres. Kita harus menghindari pikiran negatif dengan terus berpikir positif bahwa kita akan sehat, tentunya diikuti dengan tindakan untuk terus menjaga hal-hal yang membuat tubuh kita sehat.

Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga pikiran yang positif disegala kondisi. Karena Dengan pikiran yang positif, tanpa disadari kita akan melakukan hal-hal yang positif juga yang mempengaruhi kesehatan kita. Jika adanya permasalahan yang sedang dihadapi, sebaiknya segera temukan solusi terbaiknya. Agar kita tidak tenggelam dalam permasalahan yang berkepanjangan.

6. Penuhi Cairan Tubuh

Untuk memenuhi cairan tubuh kita, bisa dengan banyak meminum air putih, karena mengkonsumsi air putih yang cukup akan meningkatkan imunitas tubuh. air yang kita konsumsi akan membawa oksigen ke sel-sel dalam tubuh, sehingga sistem organ menjadi lancar.

Tidak hanya itu saja, bahkan airpun bisa membantu proses pembersihan racun-racun berbahaya yang ada dalam tubuh kita. Sedangkan air yang kita butuhkan untuk memenuhi target cairan pada tubuh perharinya adalah 8 gelas atau 2 liter perharinya.  

7. Tertawa/Bersenang-senang

Tidak hanya mengenangkan, ternyata tertawa juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satu manfaat tertawa adalah meningkatkan produksi hormon endorfin yang bisa meredakan stres dan membuat mood menjadi lebih baik. Dengan berkurangnya stress, maka imun tubuhpun akan tetap terjaga.

Cari apapun yang membuat kita tertawa, misalnya bersenda gurau dengan teman, refreshing dengan berjalan-jalan ketempat hiburan. Bisa juga menonton youtube dengan mencari video-video lucu dan lain sebagainya. Usahakan untuk mencari hiburan yang membuat mood menjadi baik. Dengan demikian imun tubuh pun akan meningkat. Selain itu, sebisa mungkin hindari hal-hal negatif baik itu dari sosial media, berita-berita negatif dan lain sebagainya.

Ada berapa penelitian yang menunjukkan korelasi antara sistem kekebalan tubuh dan tertawa.  Terlebih lagi, tertawa dianggap bisa meningkatkan level antibodi dari tubuh kita. Karena semakin banyak kita tertawa, semakin banyak pula manfaatnya bagi sistem kekebalan tubuh kita.

8. Berhenti Merokok

Seperti yang kita ketahui bahwa merokok dapat merusak kesehatan kita, baik itu rokok nikotin atau elektronik, merokok secara aktif atapun pasif (menghirup asap rokok orang lain). Sudah terbukti bahwa merokok dapat membuat imunitas kita menjadi lemah. Karena itu, resiko terserang berbagai macam penyakit pun akan menjadi lebih tinggi.

Oleh karena itu, berhenti merokok merupakan keputusan yang tepat agar kita bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan terjaga dari berbagai macam penyakit yang menyerang. Nikotin yang terkandung dalam rokok bisa meningkatkan kadar kortisol (hormon stress) yang dapat mengurangi pembentukan antibodi sel B dan respons antigen sel T (kelompok sel dalam sistem imun tubuh)

9. Jangan Mengonsumsi Alkohol

Didalam Alkohol mengandung metabolit yang disebut aldehydes yang sangat merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh kita dan meningkatkan peluang seseorang terserang penyakit dan virus berbahaya.

Selain itu, alcohol juga berdampak pada kesehatan lainnya, yaitu secara langsung menyebabkan penyakit seperti kanker kerongkongan, mulut, usus besar, dan kanker hati. Oleh karena itu, hindari meminum alkohol, karena sangat berdampak sekali untuk kesehatan tubuh kita.

Pendapat mereka yang mengatakan alkohol bisa mematikan virus corona dalam tubuh adalah rumor atau hoaks semata. Alkohol memang bisa membunuh virus corona, hal tersebut terjadi jika virus tersebut dipermukaan benda mati bukan dalam tubuh manusia.

Mengkonsumsi alkohol justru berdampak negatif bagi diri sendiri, apalagi ditengah-tengah pandemik Covid-19. Kadar alkohol yang berlebihan dalam tubuh bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, hindarilah mengkonsumsi alkohol apapun alasannya.

10. Mengkonsumsi Nutrisi yang Seimbang

Banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung nutrisi, diantarnya adalah yang mengandung vitamin A, B, C, D dan E. Contohnya saja mengonsumsi vitamin A yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kita akan mendapatkan vitamin A pada Daging sapi, Ikan, Unggas, Produk susu, Buah-buahan dan Sayuran.

Selain nutrisi yang disebut diatas kita juga bisa mengkonsumsi nutrisi lainnya seperti mineral besi, selenium, dan zinc. Inilah beberapa nutrisi yang mendukung sistem kekebalan tubuh, dan makanan yang bisa kita makan untuk mendapatkan imunitas tubuh yang prima.

Vitamin A menjaga struktur sel di kulit, saluran pernapasan, dan kesehatan usus. Komposisi ini membentuk penghalang, dan merupakan garis pertahanan pertama tubuh.

Jika melawan infeksi, vitamin A akan menjadi lini depan yang akan melawan virus yang datang. Kita juga membutuhkan vitamin A untuk membantu membuat antibodi yang menetralisasi patogen penyebab infeksi. Tentu tugas utamanya adalah untuk mencegah virus yang menyerang tubuh kita.

Vitamin A ditemukan dalam ikan berminyak, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Selain itu, sayuran juga mengandung beta-karoten, yang dapat dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A. Beta-karoten ditemukan dalam sayuran hijau dan sayuran kuning dan jingga seperti labu dan wortel.

Vitamin B, khususnya B6, B9, dan B12, berkontribusi pada respons pertama tubuh setelah diketahui sebagai patogen. Kandungan itu melakukan respons dengan mempengaruhi produksi dan aktivitas sel "pembunuh alami".

Sel pembunuh alami bekerja dengan menyebabkan sel yang terinfeksi "meledak", suatu proses yang disebut apoptosis. Perannya adalah sebagai penjaga keamanan untuk mencegat virus yang datang untuk mengganggu kesehatan kita.

Vitamin B6 ditemukan dalam sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah, kacang-kacangan, ikan, ayam dan daging. Lalu vitamin B9 (folat) berlimpah dalam sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta yang ditambahkan ke dalam tepung pembuatan roti komersial.

Kemudian, vitamin B12 (cyanocobalamin) ditemukan dalam produk hewani, termasuk telur, daging, dan susu, serta juga dalam susu kedelai yang diperkaya.

Nutrisi lainnya adalah vitamin C. Vitamin C atau asam askorbat sudah sejak lama dipercaya dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Nutrisi ini mampu menstimulasi sistem imun saat melawan sel-sel asing yang masuk ke dalam tubuh.

Sebuah penelitian menyebutkan vitamin C bisa meningkatkan jumlah antibodi yang diproduksi tubuh. Sehingga, dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin C secara rutin, seperti jeruk, jambu biji, stroberi, melon, kiwi, mangga, cranberry dan pepaya.

Vitamin C adalah salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tinggi karena kaya akan zat antioksidan yang diperlukan tubuh supaya daya tahan tubuh kita menjadi lebih kuat.

Ketika tubuh melawan infeksi, tubuh mengalami apa yang disebut stres oksidatif. Stres oksidatif menyebabkan produksi radikal bebas yang dapat menembus dinding sel, menyebabkan isinya bocor ke jaringan, dan memperburuk peradangan.

Vitamin C dan vitamin E membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Vitamin C juga membantu membersihkan kekacauan seluler ini dengan memproduksi sel-sel khusus untuk meningkatkan respons imun, termasuk neutrofil, limfosit, dan fagosit.

Jadi peran vitamin C di sini adalah membersihkan tubuh setelah terserang virus. Sumber vitamin C yang baik termasuk jeruk, lemon, limau, beri, buah kiwi, brokoli, dan tomat. Sementara, vitamin E ditemukan dalam kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan minyak sayur.

Penelitian telah menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh membutuhkan vitamin D untuk melawan virus. Kita bisa mendapatkan vitamin D secara alami melalui sinar matahari. Selain itu, vitamin D bisa kita temukan dibeberapa makanan, diaataranya adalah ikan berlemak seperti salmon, tuna dan mackerel, serta dalam jumlah kecil di hati sapi, telur, keju, dan jamur.

Beberapa sel kekebalan membutuhkan vitamin D untuk membantu menghancurkan patogen yang menyebabkan infeksi. Walaupun paparan sinar matahari memungkinkan tubuh memproduksi vitamin D, sumber makanan termasuk telur, ikan, dan beberapa merek susu, dan margarin dapat diperkaya untuk mendapatkan vitamin D.

Kebanyakan orang hanya perlu beberapa menit di luar rumah, yang bisa dilakukan hampir setiap hari. Tentunya sesuai dengan kondisi yang memungkinkan. Orang dengan kekurangan vitamin D mungkin membutuhkan suplemen. Sebuah tinjauan terhadap 25 studi menemukan, suplemen vitamin D dapat membantu melindungi terhadap infeksi pernapasan akut.

Selanjutnya adalah mengkonsumsi vitamin E. Vitamin E dapat melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin E juga membantu memperkuat sistem imunitas tubuh dan membentuk sel darah merah.

Zat Besi, Zinc, selenium

Tubuh membutuhkan zat besi, zinc, dan selenium untuk pertumbuhan sel kekebalan tubuh, di antara fungsi-fungsi lainnya.

Zat besi membantu membunuh patogen dengan meningkatkan jumlah radikal bebas yang dapat menghancurkannya. Kandungan ini juga mengatur reaksi enzim yang penting bagi sel kekebalan untuk mengenali dan menargetkan patogen.

Zinc membantu menjaga integritas kulit dan selaput lendir. Zinc dan selenium juga bertindak sebagai antioksidan, membantu membersihkan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif. Zat besi ditemukan dalam daging, ayam, dan ikan.

Sumber-sumber vegetarian termasuk kacang-kacangan, serealia utuh dan sereal sarapan yang diperkaya zat besi. Zinc ditemukan dalam tiram dan makanan laut lainnya, daging, ayam, kacang kering, dan kacang-kacangan.

Kacang-kacangan (terutama kacang Brazil), daging, sereal dan jamur adalah sumber makanan selenium yang baik. Memadukan semua kandungan Clare Collins, Professor in Nutrition and Dietetics, University of Newcastle dalam artikel yang dipublikasikan The Conversation memberikan penjelasannya.

Intinya adalah kita harus mengkonsumsi nutrisi yang mengandung antioksidan untuk bisa mempertebal sistem imunitas tubuh kita, sehingga kita tidak mudah terserang penyakit yang berbahaya termasuk virus apapun itu seperti corona (Covid-19).

Cara memperkuat sistem imun juga bisa melalui makanan-makanan yang baik bagi sistem kekebalan tubuh. Contohnya, brokoli dan bayam. Brokoli kaya serat, antioksidan, vitamin A, C, dan E. Kandungan nutrisi inilah yang bisa memperkuat sistem imun tubuh.

Sedangkan bayam hampir serupa. Sayuran hijau ini kaya antioksidan, beta karoten, vitamin C, dan vitamin A. Nutrisi ini juga dibutuhkan tubuh untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Selain bayam dan brokoli, masih ada makanan lainnya yang bisa kita konsumsi. Contohnya, bawang putih, kunyit, buah-buahan (jeruk, lemon, kiwi, beri, jambu, hingga pepaya), makanan laut (ikan, kerang, dan tiram), hingga yoghurt.

11. Konsumsi Suplemen Vitamin Tambahan

Tak ada salahnya kita menyiapkan sumplemen vitamin tambahan. Konsumsi sumplemen vitamin tersebut jika dalam harian atau mingguan ini jarang mengonsumsi sayur atau buah-buahan. Dengan begitu kebutuhan nutrisi untuk tubuh tetap terpenuhi.

Untuk mendapatkan suplemen vitamin tambahan ini, sebaiknya kita perlu mengkonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Meski hanya suplemen, tapi tetap saja tidak bisa dikonsumsi sembarangan. Jika berlebihan atau salah dan tubuh tidak bisa menyesuaikan, maka bisa berujung sakit.

Beberapa produk herbal dan suplemen bisa membantu untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Hal yang perlu dicatat, beberapa herbal dan suplemen dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain. Oleh karena itu, kita yang akan mengonsumsi obat-obatan tersebut, bisa mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen atau herbal.

  
Sumber :

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4221534/9-cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-secara-alami
https://www.alodokter.com/tingkatkan-sistem-kekebalan-tubuh-dengan-makanan-dan-kebiasaan-ini
https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/28/121200965/berikut-cara-meningkatkan-imun-tubuh-agar-terhindar-dari-virus-corona?page=all#page4
https://id.theasianparent.com/cara-meningkatkan-daya-tahan-tubuh
https://www.halodoc.com/cara-perkuat-sistem-imun-tangkal-virus-corona
https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-nutrisi-yang-bisa-meningkatkan-imun-tubuh




Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!