Kamis, 01 April 2021

Faktor SEO Off Page yang Mempengaruhi Ranking Website



Setelah sebelumnya kita membahas apa itu SEO Off Page (pengertaian SEO Off Page), cara menerapkan SEO Off Page, manfaat dan cara kerja SEO Off page. Kini saatnya kita membahas tentang faktor-faktor SEO Off page untuk opftimasi website. 

Seperti yang kita bahas sebelumnya, SEO Off page penting kita lakukan untuk mengenalkan blog kita pada orang lain atau bahasa kerennya meningkatkan brand awareness. Apapun istilah itu, intinya kita promosikan website kita agar bisa dikenal halayak ramai. 

Banyak perdebatan yang terjadi diluar sana tentang SEO Off page, bahwa SEO Off page bukan hanya sekedar backlink ataupun link building. Setelah kita telusuri secara mendalam, inti dari SEO Off page adalah kita optimasi SEO dari luar yang ujung-ujungnya meninggalkan jejak (backlink/link building), bukan malah menghapus jejak seperti lagunya Noah (Pererpen) becanda ya ha ha ha. 


Kita tidak perlu memperdebatkan itu diblog saya ini. Saya setuju-setuju aja apa itu SEO Off page yang penting blog ataupun website kita masuk dihalaman google, ya kan? Karena itulah yang kita inginkan, yaitu bisa masuk dipencarian google halaman pertama. 

Faktor SEO Off Page

Baiklah pada artikel kali ini kita akan membahas tentang faktor-faktor SEO Off page untuk optimasi website. Agar bisa melakukannya dengan baik tentu kita harus mengetahui faktor penting dari hal tersebut agar kita tidak tersesat dijalan yang salah. 

1. Page Authority dan Domain Authority

Faktor penting dalam menerapkan SEO Off page adalah DA dan PA, semakin bagus atau semakin tinggi DA PA suatu blog maka semakin bagus pulalah penerapan dari SEO off page yang kita lakukan. DA dan PA diukur dari skala 1 sampai 100. 

Jika DA adalah otoritas dari domain yang akan kita jadikan backlink, sedangkan PA adalah otoritas halaman tertentu terutama artikel dari suatu domain tersebut. Semakin tinggi skalanya maka semakin bagus jugalah backlink atau penerapan SEO Off page yang kita lakukan. 

Untuk mengetahui DA dan PA suatu blog kita bisa menggunakan website Moz dan Ahrefs atau tool cheker yang kita instal di bowser atau kita kenal sebagai Addon browser. Untuk Ahrefs menggunakan metric yang berbeda, yaitu URL Rating (UR) dan Domain Rating (DR). 

URL Rating sama dengan Page Authority (PA) sedangkan Domain Rating sama dengan Domain Authority (DA). Untuk metodenya kurang lebih hampir sama. UR mengukur kualitas link atau artikel dari suatu blog, sedangkan DR berfungsi mengukur kualitas dari Domain secara keseluruhan.  

2. Dofollow dan Nofollow

Secara dasar (default) sebuah link dari website memang bersifat dofollow. Selanjutnya akan diatur oleh pemilik website menjadi dofollow ataupun nofollow. Tetapi link yang terdeteksi oleh google hanya link dofollow saja, sedangkan link nofollow tidak terdeteksi oleh google. 

Untuk penilaian SEO Off Page link dofollow lebih disukai oleh google dari pada link nofollow, itu artinya website yang mempunyai link dofollow akan memberikan efek positif untuk memberikan rank pada website. Tetapi link nofollow juga diperlukan oleh google, karena untuk memberikan kesan naturalnya backlink yang kita terapkan. 

Jika dalam website hanya dofollow saja, maka google akan curiga bahwa kita sengaja membuat backlink untuk kepentingan SEO. Tetapi jika dalam website terdapat link nofollow juga maka seolah-olah link tersebut diberikan oleh orang lain. Jadi terkesan bahwa backlink yang kita tanamkan tersebut natural. 

2 jenis link ini mempunyai fungsi masing-masing dan memang penting untuk website kita. Jika link dofollow untuk meningkatkan authority website kita, sedangkan link nofollow akan memberikan trafik yang melimpah walaupun tidak berpengaruh untuk meningkatkan authority blog. 

3. Anchor text

Anchor text adalah teks yang ditautkan dengan link yang dapat diklik pengunjung blog. Google menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi ranking dipencarian google adalah anchor text. Anchor text dengan keyword yang kita targetkan akan menghasilkan kualitas pencarian lebih baik jika dibandingkan yang tidak menggunakannya. 


Semakin banyak anchor text yang kita dapatkan maka semakin bagus ranking kita dipencarian google. Tapi perlu berhati-hati, karena jika backlink dengan anchor text yang sama persis terlalu banyak dapat menyebabkan terkena penalty google. 

4. Relevansi

Untuk mendapatkan backlink berkualitas, diperlukan relevansi dalam membangun backlink. Usahakan kita mendapatkan backlink dari blog/website yang sama dengan kita. Misalkan blog kita membahas tentang teknologi maka kita mencari backlink dengan topik yang sama, karena backlink yang satu niche lebih berkualitas jika dibandingkan dengan berbeda niche. 

5. Trafik 

Faktor selanjutnya yang harus kita ketahui ketika membangun backlink berkualitas adalah trafik yang melimpah. Jika kita mendapatkan backlink dari website yang mempunyai trafik melimpah, maka kemungkinan besar kita juga akan mendapatkan trafik yang melimpah. 

Untuk mengecek trafik suatu website kita bisa menggunakan Ahrefs. selain itu kita juga bisa menggunakan tool statistik blog seperti histats dan sejenisnya. Dari tool tersebut kita bisa mengetahui trafik suatu blog, sehingga kita bisa mempertimbangkan untuk memdapatkan backlink dari website tersebut. 

Itulah idelanya untuk mendapatkan backlink berkualitas dari 5 faktor tersebut. Walaupun tidak semuanya kita dapatkan dari website, setidaknya ada 3 faktor yang harus dipenuhi agar kita mendapatkan backlink yang berkualitas. 

Apapun yang kita lakukan untuk optimasi website dengan cara SEO off page, yang penting tidak melanggar ketentuan google, baik itu hitam, putih ataupun abu-abu. 

Bagaimana caranya tidak melanggar aturan google tapi menggunakan cara yang salah (black hat). Untuk algoritma terbaru, google lebih mengedepankan kualitas dari website itu sendiri. Bisa dikatakan SEO On page, tapi pada kenyataanya ketika kita optimasi secara menyeluruh menggunakan SEO Onpage tetap saja sulit untuk menang dipencarian google. 

Itu artinya yang mempengaruhi untuk menang dipencarian google tidak hanya SEO on page tapi juga SEO off page. Jika kita teliti lebih jauh bahwa backlink yang diperbolehkan oleh google hanya link juice, sosial media dan social bookmark. Selain itu dianggap cara yang salah apalagi kita banyak melakukan backlink spam di komentar blog, forum, blog dummy dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan link juice atau link kita yang dijadikan referensi orang lain itu adalah pekerjaan yang sangat sulit. Perlu waktu dan juga perjuangan yang tidak ada ujungnya dan tanpa henti. Oleh karena itu kita juga perlu membangun backlink dari blog dummy, blog zombie, backlink profile, directory blog dan lain sebgainya. 

Apakah google tidak mengetahui apa yang kita lakukan itu? Menurut saya tentunya google dengan tool ataupun robotnya banyak tahu semua yang kita lakukan. Banyak juga yang melakukan dengan cara yang hitam ataupun abu-abu tetap langgeng di mesin pencariannya. Itu artinya google sebenarnya mengetahui, asal yang kita lakukan tidak terlalu radikal dan membabi buta. 


Maksudnya adalah tidak terlalu masif melakukan spam sehingga kualitas backlink kita menjadi buruk. Boleh saja (menurut saya) kita membangun blog dummy, blog zombie, PBN, komentar diblog orang lain (blogwalking), berdiskusi diforum, berdiskusi di website tanya jawab, asalkan harus relevan dan melakukannya dengan benar.

Misalnya saja kita membangun blog dummy, kita harus membuat artikel yang berkualitas, selalu kita update secara rutin. Kita urus blog tersebut sebagaimana mestinya. Begitu pula jika kita komentar di blog orang lain, harus relevan dan juga mengomentari sesuai dengan isi artikel dan selayaknya diskusi dengan komentar yang panjang. 

Ketika kita berdiskusi di forum dan website tanya jawab, kita memang benar-benar diskusi dengan benar yaitu relevan dengan topik yang ada. Setelah itu baru kita selipkan backlink diforum ataupun website tanya jawab tersebut. 

PA website ini menjadi besar salah satunya dari backlink blogwalking, forum dan diskusi. Ketika ada update algoritma google masalah spam komentar besar-besaran, blog ini aman-aman saja tidak terkena badai algoritma. Itu artinya jika kita melakukannya dengan benar maka semuanya akan aman-aman saja, asal tidak dilakukan secara masif dan juga membabi buta. 

Demikianlah pembahasan tentang faktor-faktor SEO Off Page untuk optimasi website. Mudah- mudahan artikel ini dapat memberikan sedikit masukan bagi teman-teman untuk masalah SEO Off page. Tidak ada yang tak mungkin asal kita mau berusaha, teruslah mencoba sampai apa yang kita harapkan tercapai. 


Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!