Rabu, 02 Juni 2021

Apa Itu Koersif? Tujuan, Contoh Dan Perbedaannya Dengan Pengendalian Sosial Lainnya

Apa Itu Koersif

Apa Itu Koersif

Definisi Koersif menurut KBBI adalah :
1. Bersifat atau berkenaan dengan koersi
Menurut kamus KBBI koersif adalah tindakan yang bersifat koersi, sedangkan koersi dalam kamus KBBI seperti yang dijelaskan dibawah ini.

2. Sos (Sosiologi) bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan menggunakan tekanan sehingga salah satu pihak yang berinteraksi berada dalam keadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan;

3. Kom (Ilmu Komunikasi) sistem komunikasi yang menggunakan paksaan dan kekerasan
Menurut kamus KBBI koersi adalah suatu tindakan yang prosesnya dilakukan dengan menggunakan tekenan sehingga pihak lain berada dalam keadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan (Ilmu sosiologi). Sedangkan dalam ilmu komunikasi, sistem komunikasi yang menggunakan paksaan dan kekerasan terhadap pihak lawan atau orang lain.

Menurut website Budisma.net koersif adalah usaha pengendalian sosial yang dilakukan dengan menggunakan ancaman atau kekerasan fisik. Jenis pengendalian ini biasanya diterapkan pada masyarakat yang tidak teratur, di mana banyak terjadi penyimpangan di dalamnya. Penggunaan paksaan dan kekerasan fisik ini dimaksudkan untuk menimbulkan efek jera pada si pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Koersif adalah Pengendalian sosial yang condong dilakukan dengan menggunakan paksaan atau kekerasan, baik secara kekerasan fisik atau pun psikis. Tindakan ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara kekerasan atau tindakan anarkis.

Pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan, dalam hal ini bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman sesuai dengan kadar penyimpangannya. Tapi jika dilakukan oleh penegak hukum yang tak adil ini akan disalahgunakan, tindakan ini akan menjadi alat untuk menekan pihak-pihak tertentu yang memang tidak sejalan atau sebagai alat untuk kepentingan kelompok tertentu.

Tindakan ini merupakan alternatif terakhir, apabila pengendalian dengan cara yang lain sudah tidak mampu lagi untuk mengendalikan penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Tindakan yang diambil oleh pihak berwenang hendaknya berhati-hati dan tidak gegabah.

Tindakan tersebut harus setimpal dengan kejahatan yang dilakukan oleh para pelanggar. Para pelaku kejahatan tersebut memang menbahayakan banyak orang, sehingga tindakan yang diambil pihak berwenang memang tepat adanya. Hendaknya tindakan koersif tidak dilakukan oleh orang yang tidak berwenang, karena akan berakibat fatal. Seperti contoh dibawah ini.

Jadi bisa disimpulkan bahwa koersif adalah tindakan yang condong dilakukan dengan menggunakan paksaan atau kekerasan, baik kekerasan secara fisik atau pun psikis. Dimana tindakan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan memberikan sanksi atau hukuman sesuai dengan kadar penyimpangan yang dilakukan oleh pelanggar

Tujuan Koersif 

Dari uraian diatas bisa kita ambilpelajaran bahwa tindakan koersif adalah tindakan yang dilakukan pada pelanggar aturan dengan cara tegas dan keras dengan memberlakukan hokum secara adil.hal tersebut bertujuan agar para pelanggar mendapatkan pelajaran setimpal atas perbuatan mereka dan juga untuk menegakkan hukum yang berlaku.

1. Memberikan sanksi yang sesuai dengan perbuatan para pelanggar aturan
2. Menegakkan aturan untuk ketertiban masyarakat
3. menegakkan humum yang berlaku secara adil
4. Memberikan efek jera pada pelanggar hukum

Contoh Koersif :

Seorang pemimpin negara menerapkan hukuman mati bagi para pengedar narkoba, para koruptor dan pemberontak. (Contoh yang tepat)

Perbuatan main hakim sendiri terhadap penjambret atau pencuri yang tertangkap massa. (Contoh yang salah).

Seorang penguasa memakai pihak berwajib untuk memenuhi hasrat kekuasaannya, siapapun yang menentang maka akan dihukum walaupun tanpa alasan yang jelas. (Contoh yang salah)

NB :
Untuk contoh-contoh dari beberapa definisi diatas hanya ilustrasi saja, mohon maaf jika ada kesamaan tempat, nama dan waktu.

Demikianlah pembahasan tentang  apa itu persuasif, represif, preventif, kuratif dan koersif. Dalam menangani pelanggaran yang ada, hendaknya memakai cara-cara yang baik. Baik itu diperingatkan terlebih dahulu sampai memberikan hukuman yang memang setimpal bagi mereka. Jangan memakai hukum yang tidak sesuai dengan pelanggaran yang ada, apalagi sampai merekayasa kasus.

Sumber :
http://globespotes.blogspot.co.id/2012/08/pengertian-tindakan-preventif-represif.html
https://cloud4study.wordpress.com/2013/02/20/pengertian-tindakan-preventif-represif-kuratif-beserta-contoh-kasusnya (Pengertian Tindakan Preventif, Represif dan Kuratif)
https://brainly.co.id/tugas/2398683
http://hanifsos.blogspot.co.id/2013/04/pengendalian-sosial.html
http://www.pengertianmenurutparaahli.com/pengertian-preventif (Pengertian Preventif)
http://budisma.net/2015/10/jenis-jenis-pengendalian-sosial-dan-contohnya.html (Jenis-jenis Pengendalian Sosial)
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_sosial

Untuk Perbedaannya Coming Soon!! (Tunggu ya....)

Halaman Sebelumnya Apa Itu Kuratif

Halaman   <   1   2   3   4   5   >

Share This
Previous Post
Next Post

Seorang Blogger yang berusaha memberikan informasi yang terbaik dan valid

0 Comments:

Berkomentarlah dengan bijak!

Bagikan Artikel ini!